Rabu, 22 September 2010

Kansai International Airport: Bandara di Tengah Laut


Kansai International Airport merupakan bandara pertama di Jepang yang dibangun di tengah laut dalam bentuk seperti pulau buatan. Bandara ini pertama kali dibuka untuk umum pada 4 September 1994. Sejarah pembangunan bandara ini bermula pada awal tahun 1960 ketika Bandara Narita di Tokyo tidak mampu lagi untuk menampung jumlah penumpang yang akan diberangkatkan. Pengembang kemudian menyusun sebuah rencana pembangunan bandara baru yang akan dibangun dekat dengan kota Kobe dan kota Osaka. Rencananya bandara baru tersebut akan diberi nama Osaka International Airport. Pembangunan bandara ini urung dilaksanakan karena banyaknya protes yang berkaitan dengan polusi udara yang akan ditimbulkan bila pembangunan bandara ini jadi dilaksanakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, pengembang pun mengusulkan agar bandara baru yang nanti akan dibangun tidak berada di tengah pemukiman penduduk, tetapi dipindahkan ke daerah yang dampak kerusakan lingkungannya relatif kecil jika pembangunan bandara ini jadi dilaksanakan. Pembangunan bandara pun tetap dilaksanakan dengan tempat pembangunan dilaksanakan di Osaka Bay yang relatif jauh dari pemukiman penduduk.



Pulau buatan yang dibuat untuk pembangunan bandara memiliki panjang 4 km (2,5 mil) dan lebar (1,6 mil). Pembangunan bandara ini direncanakan sangat hati-hati karena memikirkan juga terhadap efek gempa dan badai yang mungkin saja dapat terjadi jika pembangunan bandara telah selesai. Konstruksi bandara ini dimulai pada tahun 1987 dengan fokus pertama adalah pembangunan pondasi bagi pulau buatan ini. Konstruksi pembangunan pondasi ini memerlukan perencanaan yang sangat matang utamanya untuk menentukan jenis pondasi yang akan dipergunakan dan juga bahaya ombak yang mungkin saja dapat masuk ke dalam area bandara. Untuk pembuatan pondasi atau dinding laut ini diperlukan 48.000 balok beton berbentuk tetrahedral dan juga material-material yang lainnya seperti tanah yang dibutuhkan mencapai 21.000.000 m3. Waktu pembuatan pondasi atau dinding laut ini selama 2 tahun dan selesai pada tahun 1989. 10.000 pekerja dan 80 kapal diperlukan untuk menyelesaikan 30 meter (98 ft) lapisan pertama yang berada di atas pondasi atau dinding laut ini. Pada tahun 1990, jembatan yang menghubungkan antara bandara di tengah laut dengan daratan telah rampung sepanjang 3 kilometer. Permasalahan utama yang dihadapi saat konstruksi adalah kemungkinan turunnya pondasi atau lapisan yang berada di atas pondasi. Kemungkinan ini telah diprediksikan sebelumnya mengingat kondisi bandara yang dibangun di tengah laut. Pada tahun 1991, pembangunan terminal bandara mulai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pembangunan runway, jembatan, dan juga fasilitas-fasilitas lainnya. Runway kedua dibangun pada 2 Agustus 2007 untuk menambah fasilitas runway karena volume penerbangan semakin meningkat. Pada tanggal 19 April 2001, Bandara Kansai mendapatkan penghargaan “Civil Engineering Monument of the Millennium” yang diberikan oleh American Society of Civil Engineers. Biaya yang dibutuhkan untuk untuk pembangunan bandara ini mencapai $ 20 billion yang mencakup biaya reklamasi lahan, pembangunan 2 runway, pembangunan terminal bandara, pembangunan jembatan penghubung, dan pembangunan fasilitas-fasilitas lainnya.



Bandara Kansai melayani penerbangan internasional dari seluruh dunia. Sebagai salah satu bandara internasional yang ada di Jepang, pihak pengelola bandara Kansai yaitu Kansai Internationa Airport Co., Ltd, melakukan berbagai macam usaha untuk memberikan kenyamanan bagi para penumpang. Keamanan di dalam dan di luar area bandara Kansai juga dilakukan dengan ketat. Transportasi yang dapat dipergunakan untuk menuju ke bandara dapat menggunakan jembatan penghubung yang telah disediakan. Jembatan penghubung ini dapat membawa penumpang langsung menuju ke areal bandara. Penumpang dapat juga menggunakan kereta, bus, dan juga kapal feri untuk menuju ke bandara. Transportasi diatur sedemikian rupa sehingga penumpang dapat dengan aman dan nyaman menuju ke bandara tanpa khawatir mengalami gangguan selama perjalanan menuju ke bandara.



14 komentar:

Pencerah mengatakan...

mangtaffff
edian tenan

Putu Sukma Kurniawan mengatakan...

Pencerah : Makasi atas kunjungannya... Moga bermanfaat infonya

putrasekarbali mengatakan...

Informasi yang bagus dan menarik sehingga menambah wawasan kita akan pengetahuan dari perkembangan dan alternatif pembangunan selain di darat.Maaf baru tiang bisa berkunjung ke blog niki.

Putu Sukma Kurniawan mengatakan...

putrasekarbali : Suksma kunjungannya... Moga bermanfaat informasinya

about adsense mengatakan...

hebat bwangetssss deh..... bisa bangun bandara di tengah laut...

Jasa Seo mengatakan...

bandaranya bagus sekali ternyata kalau dibangun melalui laut

Anonim mengatakan...

woooooOOOOOOOOwwww amaZIng Bgt,..!sampe dapat penghargaan dari American Society of Civil Engineers,..mMmmmmmMmm....cp ya..engineer nya?!

Putu Sukma Kurniawan mengatakan...

About adsense : Bener. Orang Jepang memang hebat. Makasi kunjungannya

Jasa Seo : Proses pembangunannya sangat sulit. Lagipula biaya pembangunannya sangat mahal. Semuanya terbayar kalau melihat bandara yang bagus ini. Makasi kunjungannya

Anonim : Tentunya engineernya pasti orang yang memahami seluk beluk pembangunan bandara. Tidak mudah untuk membangun bandara di tengah laut. Makasi kunjungannya

Anonim mengatakan...

orang jepang dilawan

Anonim mengatakan...

kapan indonesia bisa punya bandara kayak gini?

CV.3DIMENSI Consultant mengatakan...

mantap.. good.. kapan indonesia bisa begini ya??

Unknown mengatakan...

keren. karena keterbatasan tanah. otak dipakai. sementara di indonesia tanah masih luas. semoga dapat membuat yang bagus juga. www.indoasuransi.com

Anonim mengatakan...

Iya, lahan di Indonesia masih luas. Juga butuh dana yang besar. Indonesia sulit berkembang karena banyak sektor yang mengekang.

keno tambunan mengatakan...

Luar biasa..sangat bermanfaat gan
Mudahan negara kita jg bisa meniru apa yang telah di ciptakan oleh jepang inu

Poskan Komentar