Saturday, November 1, 2014

ANALISIS JURNAL AN EMPIRICAL EVALUATION OF ACCOUNTING INCOME NUMBERS (BALL DAN BROWN, 1968)

1.    Hasil review jurnal secara umum
Teori akuntansi umumnya telah mengevaluasi kegunaan dari praktek akuntansi berdasarkan perjanjiannya dengan model analisa tertentu. Pada tiap kasus, metode dari evaluasi telah dibandingkan dengan praktek yang ada dengan praktek yang lebih dipilih sebagaimana telah diimplikasikan oleh model atau beberapa standar yang diimplikasikan oleh model untuk dimiliki oleh setiap proses. Kelemahan dari metode ini adalah bahwa metode ini tidak memperdulikan sumber yang signifikan dari pengetahuan di dunia, suatu perluasan dimana prediksi dari model menyesuaikan kepada perilaku yang diobservasi.

Tidaklah cukup untuk membela teori analitis dengan dasar bahwa asumsinya didukung secara empiris, mengenai bagaimana seseorang untuk mengetahui bahwa teori menerima semua asumsi pendukung yang relevan? Dan juga bagaimana seseorang menjelaskan kemampuan prediksi dari proposisi yang berdasarkan pada asumsi yang belum diverifikasi seperti maksimalisasi dari fungsi utilitas. Lebih jauh mengenai bagaimana seseorang menyelesaikan perbedaan antara proposisi yang timbul dengan mempertimbangkan berbagai aspek di dunia?

Keterbatasannya dari pendekatan analitikal secara lengkap pada kegunaan diilustrasikan dengan argumen bahwa angka laba tidak dapat didefinisikan secara substansial, dan bahwa hal tersebut juga kekurangan makna dan karenanya utilitasnya menjadi meragukan. Karena akuntansi kurang dalam kerangka kerja teori yang mampu menerima semua faktor, maka pada prakteknya akan berkembang perbedaan. Sebagai konsekuensinya laba bersih adalah agregat dari komponen dimana tidak homogen. Sehingga dikatakan menjadi angka yang tidak berarti, tidak seperti perbedaan antara 27 meja dengan 8 kursi. Pada pandangan ini laba bersih dapat didefinisikan hanya sebagai aplikasi dari seperangkat prosedur {x1,x2,....} pada seperangkat peristiwa {y1,y2,....} dengan tidak ada arti substansi definitif sama sekali. Canning mengobservasi apa yang dibuat sebagai ukuran dari laba bersih tidak akan dapat diajukan sebagai fakta kecuali bahwa angka yang dihasilkan ketika akuntan telah selesai mengaplikasikan prosedur yang telah dia adopsi.
Bagaimanapun adalah berbahaya untuk menyimpulkan dalam ketiadaan pengujian empiris lebih lanjut, bahwa  kurangnya arti yang substantif berimplikasi sebagai kurangnya utilitas. Karena laba bersih adalah angka dari sejumlah kepentingan kepada investor, hasilnya yang kita pergunakan sebagai kriteria prediktif adalah keputusan investasi sebagaimana direfleksikan pada pasar sekuritas. Dalam isi maupun waktu dari angka laba tahunan eksisting akan dievaluasi karena kegunaan dapat menjadi cacat karena defisiensi pada keduanya.

2.    Sebuah tes empiris
Pengembangan terbaru dalam teori modal menyediakan justifikasi untuk memilih perilaku dari harga sekuritas sebagai tes operasional dari kegunaan. Sebuah teori yang utuh mendukung proposisi bahwa pasar modal adalah efisien dan tidak bias jika informasi adalah berguna dalam membentuk harga aset modal, kemudian pasar akan menyesuaikan harga aset pada informasi tersebut dengan cepat dan tanpa meninggalkan kesempatan untuk pengambilan keuntungan yang abnormal. Apabila sebagaimana pada bukti yang mengidentifikasikan, harga sekuritas akan disesuaikan secara cepat pada informasi baru pada saat tersedia, sehingga perubahan dalam harga sekuritasakan terefleksikan pada arus dari informasi kepada pasar. Sebuah revisi yang telah diobservasi dari harga saham yang diasosiasikan dengan penerbitan laporan laba akan menyediakan bukti bahwa informasi yang dicerminkan dalam jumlah laba adalah berguna.
Metode kami dalam menghubungkan laba akuntansi pada harga saham yang dibangun dengan teori dan bukti ini adalah dengan berfokus pada informasi yang unik pada perusahaan tertentu. Secara spesifik kami membangun dua alternatif model dari laba yang diharapkan pasar dan dengan menyelidiki reaksi pasar ketika ekspektasinya terbukti salah.

Perubahan laba yang diharapkan dan tidak diharapkan
Secara historis dapat dilihat bahwa laba dari perusahaan-perusahaan cenderung untuk bergerak bersama sama. Satu studi menemukan bahwa sekitar setengah dari variabilitasnya pada tingkat rata-rata laba per saham satu perusahaan dapat diasosiasikan dengan dampak ekonomi yang luas. Dengan bukti ini setidaknya sebagian dari perubahan pada laba sebuah perusahaan dari suatu tahun ke tahun berikutnya dapat diperkirakan. Jika pada tahun sebelumnya laba dari suatu perusahaan telah berhubungan dengan laba dari perusahaan-perusahaan yang lain dengan cara tertentu maka pengetahuan dari hubungan di masa lalu, bersama dengan pengetahuan mengenai laba dari perusahaan-perusahaan yang lain untuk tahun ini, menghasilkan harapan bersyarat untuk laba tahun berjalan dari perusahaan tersebut. Sehingga terlepas dari efek konfirmasi, jumlah dari informasi baru yang tercakup dalam angka laba tahun berjalan dapat diperkirakan dengan dasar perbedaan antara perubahan aktual dalam laba dan harapan bersyaratnya.


Akan tetapi tidak semua perbedaan selalu merupakan informasi yang baru. Beberapa perubahan dalam laba yang berasal dari pendanaan dan keputusan kebijakan lain yang telah dibuat oleh perusahaan. Kami mengasumsikan hal tersebut, pada perkiraan yang pertama, perubahan seperti itu akan dicerminkan pada perubahan rata rata laba sepanjang waktu.

Beberapa isu eknomi
Satu asumsi dari regresi laba OLS adalah Mi dan ui tidak berkorelasi. Korelasi antara keduanya dapat mengambil dua bentuk, yaitu masuknya perusahaan j pada indeks pasar atas laba (Mi), dan keberadaan dampak industri. Yang pertama telah dieliminasi dengan konstruksi, akan tetapi tidak ada penyesuaian yang dibuat untuk dampak industri. Telah diperkirakan bahwa dampak industri mungkin bertanggung jawab atas 10 persen dari variabilitas pada tingkat laba perusahaan.

Dalam hal model regresi laba, model hasil saham, sebagaimana telah dijelaskan diatas, memiliki beberapa pelanggaran yang jelas pada asumsi dari model regresi OLS. Pertama, indeks hasil pasar yang berkorelasi dengan residual karena indeks pasar mengandung hasil dari perusahaan j, dan karena dampak industri. Kedua pelanggaran tersebut tidak ada yang serius, karena indeks fisher dikalkulasikan melalui semua saham yang didaftarkan pada NYSE dan karena dampak industri hanya berdampak maksimum 10% dari variabilitas pada tingkat pengembalian hasil rata rata dari saham. Pelanggaran kedua berasal dari prediksi kami bahwa pada bulan tertentu sekitar tanggal pelaporan, nilai yang diharapkan dari Vj tidaklah 0. Kembali setiap bias seharusnya memiliki sedikit dampak pada hasil, walaupun rendah.

Data yang dipergunakan pada penelitian ini mencakup tiga data, yaitu
·         Isi dari laporan laba rugi
Jumlah laba untuk tahun 1946 sampai tahun 1966 didapatkan dari Standard and Poor”s Compustat Tape.
·         Tanggal dari pengumuman pelaporan
Tanggal pengumuman pelaporan didapatkan dari The Wall Street Journal. Ada tiga jenis pengumuman annual report yang dilakukan oleh The Wall Street Journal, yaitu peramalan laba tahunan, pelaporan awal, dan annual report yang lengkap.
·         Pergerakan harga sekuritas selama tanggal pengumuman
Harga sekuritas relatif didapatkan dari Center of Research in Security Prices (CRSP) di Universitas Chicago. Data yang dipergunakan adalah data harga penutupan bulanan di New York Stock Exchange, termasuk dividend an perubahan modal, untuk periode Januari 1946 sampai Juni 1966.

Perusahaan yang dipergunakan dalam penelitian ini harus memenuhi kriteria sebagai berikut, yaitu
·         Data laba terdapat di Compustat tape untuk setiap tahun dari tahun 1946 sampai tahun 1966
·         Tahun fiskal berakhir pada tanggal 31 Desember
·         Data harga tersedia di CRSP untuk 100 bulan terakhir
·         Terdapat tanggal pengumuman laba perusahaan di Wall Street Journal

3.    Kesimpulan
Kami mengasumsikan bahwa pada ketiadaan informasi mengenai perusahaan tertentu pada suatu periode, tingkat pengembaliannya pada periode tersebut hanya akan tercermin dengan keberadaan informasi dengan luasan pasar yang berhubungan dengan keseluruhan perusahaan. Dengan mengabstraksikan dari dampak pasar, kami mengidentifikasi dampak dari informasi yang berhubungan dengan perusahaan individual. Kemudian untuk menentukan jika sebagian dampak dapat dihubungkan dengan informasi yang terkandung dalam angka laba akuntansi perusahaan, kami memisahkan elemen yang diharapkan dan tidak diharapkan dari perubahan laba. Jika kesalahan ramalan laba tidaklah ada, kami mendefinisikannya sebagai bad news dan memprediksikannya bahwa jika terdapat hubungan antara angka laba akuntansi dan harga saham, kemudian pengumuman dari angka laba akan berdampak pada hasil dari sekuritas perusahaan yang akan lebih sedikit dari yang telah diharapkan. Dua model ekspektasi laba telah didefinisikan yaitu model regresi dan model naive. Kami melaporkan dalam detail kedua ukuran laba yaitu net income dan earning per share sebagai variabel 1 dan 2 dari model regresi dan satu ukuran yaitu earning per share sebagai variabel 3 untuk naive model.

Thursday, October 30, 2014

ANALISIS JURNAL THE INFORMATION CONTENT OF ANNUAL EARNINGS ANNOUNCEMENTS (BEAVER, 1968)


1.    Hasil review jurnal secara umum
Jurnal Beaver secara umum memiliki tujuan untuk memeriksa secara luas apakah investor pasar modal merasa laba memiliki nilai informasi yang tinggi. Studi Beaver ini memeriksa secara langsung perhatian dan reaksi investor terhadap pengumuman laba, yang direfleksikan dengan pergerakan harga dan volume saham dalam pekan selama tanggal pengumuman.
Teori valuasi dapat menjelaskan hubungan antara laba dan nilai dari saham. Miller dan Modigliani mengeluarkan postulat bahwa satu elemen penting dalam menentukan nilai dari saham adalah berhubungan dengan pengumuman laba.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Pertanyaan penelitian
Dalam tulisannya, Beaver menemukan adanya permasalahan yaitu kekurangan nilai informasi dari laba. Beaver mengajukan dua permasalahan, yaitu (1) kesalahan pengukuran dalam laba adalah besar sehingga lebih baik untuk mengestimasi nilai saham secara langsung dari variabel instrumental dibandingkan menggunakan laba sebagai variabel intermediate dan (2) meskipun laba mungkin memiliki informasi yang penting, namun terdapat banyak sumber informasi lain yang tersedia untuk investor yang mengandung informasi yang sama namun lebih tepat waktu. Dari dua argumen tersebut, maka Beaver menyimpulkan bahwa pelaporan laba memiliki nilai informasi yang kecil.

Variabel penelitian
Dalam penelitian Beaver variabel independennya adalah konten informasi dari pengumuman laba yang dilakukan oleh perusahaan dan variabel dependennya adalah perhatian dan reaksi para investor terhadap pengumuman laba tersebut yang dicerminkan dengan nilai saham dan volume perdagangan saham.

Hipotesis penelitian
Hipotesis yang dikemukakan oleh Beaver lebih kepada bagaimana reaksi investor menerima informasi pengumuman laba yang dilakukan oleh perusahaan. Beaver tidak menitikberatkan pada apa yang seharusnya dilakukan oleh investor saat menerima informasi pengumuman laba tetapi kepada apa yang dilakukan investor saat menerima informasi pengumuman laba.

Teori dasar
1.      Pengertian dari konten informasi
Informasi didefinisikan sebagai sebuah pertukaran dalam ekspektasi mengenai harapan dari sebuah peristiwa. Dalam konteks penelitian Beaver, maka pelaporan laba perusahaan dikatakan memiliki konten informasi, jika mampu mempengaruhi adanya perubahan dalam penilaian investor terhadap distribusi probabilitas dari imbal hasil di masa depan, yang tentu saja dapat mempengaruhi nilai keseimbangan dari harga sekuritas saat ini.
Definisi lain dari konten informasi adalah tidak hanya adanya perubahan dalam ekspektasi, tetapi juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perubahan perilaku pengambil keputusan. Dalam konteks penelitian ini, maka pelaporan laba perusahaan dikatakan memiliki konten informasi jika jumlah perdagangan saham perusahaan meningkat dibandingkan dengan pengumuman laba pada priode-priode sebelumnya.
2.      Hubungan antara harga dan volume
Hubungan antara harga dan volume adalah konsisten dengan dugaan ekonomi bahwa volume merefleksikan sebuah kekurangan dari persetujuan umum atau ketetapan umum mengenai harga. Kekurangan dari ketetapan umum ini disebabkan oleh sebuah bagian informasi, yaitu pelaporan laba.
Sebuah perbedaan penting antara pengujian harga dan volume adalah bahwa bentuk merefleksikan perubahan dalam ekspektasi dari pasar yang pada akhirnya akan merefleksikan perubahan ekspektasi dari investor individual. Karena harga merefleksikan ekspektasi dari banyak investor, hal ini mungkin menjadi implikasi sebuah peramalan yang efisien dari laba untuk beberapa pekan semenjak tanggal pengumuman laba.

Penelitian terdahulu
Penelitian terdahulu yang terdapat pada tulisan Beaver, yaitu
1.      Miller dan Modigliani (1996) yang meneliti mengenai beberapa estimasi biaya modal dari industri listrik.
2.      Graham et al. (1962) yang meneliti mengenai analisis sekuritas khususnya dalam nilai intrinsik saham.
3.   Benston (1967) yang meneliti mengenai data akuntansi yang dipublikasikan oleh perusahaan dan harga sahamnya.

Metode penelitian
1.      Sampel penelitian
Studi didasarkan pada pengumuman laba tahunan yang dikeluarkan oleh 143 perusahaan selama tahun 1961 sampai tahun 1965. Terdapat beberapa criteria khusus untuk sampel, misalnya perusahaan terdaftar di Compustat, perusahaan merupakan anggota NYSE, tahun fiskal berakhir pada tanggal 31 Desember, tidak ada pengumuman dividen di pekan yang sama dengan pengumuman laba, tidak ada pengumuman stock splits selama 17 pekan dari pengumuman laba, terdapat kurang lebih 20 pengumuman berita perusahaan di Wall Street Journal. Pengumpulan data dimulai dengan identifikasi perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan sampel. Hasil dari pengumpulan data ini terdiri dari 143 perusahaan.
2.      Definisi variabel
Langkah selanjutnya adalah untuk menghitung variabel-variabel yang terkait untuk setiap masing-masing perusahaan selama 261 pekan (1 Januari 1961 sampai 31 Desember 1965)
1.      Analisis volume – tidak dapat diatur untuk pengaruh pasar
Vit­ dihitung untuk setiap pekan, t dalam periode pelaporan untuk masing-masing dari 506 pengumuman laba, j. Periode pelaporan didefinisikan sebagai 17 pekan periode selama kurun waktu tanggal pengumuman (8 pekan sebelum tanggal pengumuman dan 8 pekan setelah tanggal pengumuman).
2.      Analisis volume – diatur untuk pengaruh pasar
Pada bagian ini akan dicoba sebuah analisis yang menghilangkan efek pasar dalam volume perdagangan sekuritas individual. Motivasi dari analisis ini dipengaruhi oleh dua hal, yaitu (1) sangat dimungkinkan bahwa volume perdagangan abnormal yang tinggi mungkin disebabkan oleh bagian lain dari informasi pasar yang dikeluarkan bersamaan dengan pengumuman laba dan (2) lebih penting analisis ini akan mengurangi gangguan dalam volume data. Gangguan dalam hal ini adalah adanya pergerakan dalam volume perdagangan yang disebabkan oleh faktor yang tidak spesifik. Pada bagian ini dilakukan beberapa analisis, yaitu analisis untuk periode bukan pelaporan dan analisis residual untuk periode pelaporan.
3.      Analisis harga – diatur untuk pengaruh dari peristiwa yang terjadi di pasar
Pada bagian ini digunakan model Sharpe. Model Sharpe ini sudah diteliti oleh Fama et al. dan Scholes serta sangat membantu dalam melihat pengaruh dari faktor pasar. Pada bagian ini juga dilakukan beberapa analisis, yaitu analisis untuk periode bukan pelaporan dan analisis residual harga untuk periode pelaporan.

Hubungan yang ditemukan antara volume dan harga
Pada bagian sebelumnya, Beaver mengemukakan sebuah pertanyaan “seberapa banyak peningkatan aktivitas harga dapat disebabkan oleh fakta bahwa terjadi peningkatan transaksi dalam sekuritas dibandingkan perubahan dalam harga keseimbangan?”
Satu pendekatan untuk menjawab permasalahan ini adalah melihat perubahan harga selama periode waktu pemberian sebagai pertambahan jumlah dari perubahan harga dalam setiap transaksi yang terjadi selama periode tersebut. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, perubahan harga dari setiap transaksi dapat dilihat sebagai sebuah observasi dari distribusi probabilitas penaksiran investor mengenai bagaimana seharusnya perubahan harga.

Frekuensi dari pengumuman berita lain selama periode pelaporan
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menemukan jika terdapat pengumuman berita lain selama pekan ke-0 apakah terdapat pengaruh terhadap reaksi volume dan harga sekuritas. Sebagai indikasi awal, desain sampel sudah mencakup semua perusahaan yang mengumumkan dividen dalam pekan yang sama atau semua perusahaan yang melakukan split stock selama periode pelaporan.

Saran untuk penelitian selanjutnya
Reaksi antara harga dan volume mengindikasikan bahwa investor melihat langsung pada pelaporan laba dan tidak menggunakan variabel lain selain pelaporan laba. Bukti ini juga mengindikasikan bahwa pengumuman berita sebelum periode pelaporan laba sama sekali tidak berpengaruh terhadap isi informasi dari pelaporan laba. Berdasarkan temuan ini, penelitian selanjutnya yang mengembangkan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan dikembangkannya model harapan yang akan membantu untuk memprediksi arah dan dampak dari residu harga. Penelitian selanjutnya juga dapat adalah mengaplikasikan metodologi penelitian yang sama tetapi untuk tipe lain dari pengumuman berita. Misalnya penelitian Green dan Segal yang meneliti mengenai isi informasi dari pelaporan interim.
Selain saran untuk penelitian selanjutnya, Beaver juga mengemukakan pertanyaan untuk penelitian selanjutnya, yaitu “haruskah pengambil keputusan merasa pelaporan laba memiliki nilai informasi?” Pertanyaan ini dapat diteliti dengan menggunakan pendekatan pemilihan sebuah peristiwa yang berhubungan dengan pengambil keputusan dan dengan menginvestigasi kemampuan dari data laba untuk memprediksi peristiwa tersebut.

3.    Analisis dan diskusi
Penelitian Beaver secara umum membahas mengenai manfaat informasi pengumuman laba terhadap reaksi investor. Beaver meneliti bagaimana reaksi investor terhadap pengumuman laba yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, Beaver juga meneliti informasi lain yang terdapat di bursa selain informasi pengumuman laba dan reaksi investor terhadap informasi tersebut.
Menurut kami, penelitian Beaver merupakan penelitian yang fundamental karena merupakan penelitian awal yang meneliti mengenai dampak informasi dan reaksi investor. Beaver memberikan pijakan bagi penelitian selanjutnya bahwa ternyata investor melihat langsung pada laporan atau pengumuman laba dan tidak melihat informasi atau pengumuman lain dalam membuat keputusan.

4.    Kritik bebas terhadap jurnal
Kritik kami terhadap jurnal Beaver adalah mengenai konten informasi yang diumumkan oleh perusahaan. Kemungkinan besar pada saat Beaver melakukan penelitian ini, investor di pasar modal masih menggunakan nilai laba sebagai pedoman mengambil keputusan. Namun saat ini, di tengah perkembangan bisnis, perusahaan juga dituntut untuk melakukan pengungkapan informasi lain selain informasi laba, misalnya saja informasi mengenai bagaimana usaha manajemen untuk mengelola sumber daya manusia dan informasi sosial lainnya yang terkait dengan operasional perusahaan. Tentu saja informasi-informasi lain ini dapat dijadikan pedoman oleh investor dan analis dalam menilai kinerja perusahaan. Sehingga jika penelitian Beaver ini dilakukan saat ini, kemungkinan saja akan ditemukan bahwa investor juga menggunakan informasi selain informasi laba untuk mengambil keputusan.

Friday, October 24, 2014

ANALISIS JURNAL CRITIQUE TO THE LOGIC AND THE NORMATIVE SENSES OF POSITIVE ACCOUNTING THEORY (SUWALDIMAN, 2003)



1.    Hasil review jurnal secara umum
Tulisan Suwaldiman ini membahas mengeni kritik terhadap teori akuntansi positif (PAT). Suwaldiman membahas logika dan arti normatif dari PAT. Dalam tulisannya, Suwaldiman berpendapat bahwa PAT tidak lebih baik dari bentuk teori yang lain dan hanya menjelaskan atau memprediksi praktek-praktek akuntansi yang berkembang saat ini.
 Masalah konstruksi teori akuntansi telah mengarah pada perdebatan pendekatan deduktif dengan pendekatan induktif dan dua aliran teori akuntansi positif dengan teori akuntansi normatif. Teori akuntansi positif menghasilkan penelitian yang didasarkan pada pengamatan empiris, dan kemudian berdasarkan pada pendekatan induktif, teori dibangun. Para pendukung akuntansi positif mengklaim bahwa mereka bebas nilai dalam menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi. Di sisi lain, teori akuntansi normatif dibangun berdasarkan pendekatan normatif. Para pendukung normatif berpendapat bahwa teori akuntansi harus mendorong praktek sesuai dengan tujuan dari teori (yaitu, standar akuntansi dan prosedur), sehingga tujuan teori akan tercapai. Tulisan Suwaldiman ini dimulai dengan menjelaskan sifat positif dan teori akuntansi normatif kemudian pembahasan ditekankan pada kritik dengan logika penelitian akuntansi positif dan indra normatif dari teori akuntansi positif.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Sifat dari teori akuntansi positif
Ide dasar dari PAT adalah mengacu kepada ide Popper mengenai apa itu teori dalam ilmu (Boland & Gordon, 1982, hal. 145). Fungsi teori adalah untuk menjelaskan dan memprediksi tentang suatu bidang atau fenomena yang sedang diamati. Selain itu, fungsi teori adalah untuk menjawab apa dan mengapa tidak apa yang seharusnya atau bagaimana melakukannya.
Teori akuntansi positif terungkap perdebatan dengan Watts dan Zimmerman buku "Teori Akuntansi Positif". Mengacu pada gagasan Popper, hal ini diklaim bahwa tujuan teori akuntansi adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi (Watts dan Zimmerman, 1986, hal. 2). Selanjutnya, mereka berpendapat bahwa definisi mereka tentang praktek akuntansi yang luas didasarkan pada alasan bahwa perkembangan dan sifat akuntansi terkait erat dengan audit, praktek audit dimasukkan sebagai bagian dari praktek akuntansi (Watts dan Zimmerman, 1986, hal. 2). Mereka memberikan alasan untuk praktek diamati, yaitu mengapa perusahaan menggunakan metode LIFO daripada metode FIFO.
Selain itu, tujuan dari PAT adalah untuk memberikan penjelasan dan prediksi yang berguna bagi pihak dalam menarik informasi akuntansi untuk memaksimalkan kekayaan mereka (yaitu praktik akuntansi berakar pada tujuan manajer) (Williams, 1989, hal. 455). Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini, penelitian akuntansi harus dilakukan secara empiris untuk mengembangkan PAT. Selanjutnya, agar PAT memiliki arti, harus mengandung setidaknya satu premis atau proposisi yang memungkinkan atribusi kausal. Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa PAT didasarkan pada asumsi bahwa individu bertindak untuk memaksimalkan utilitas mereka sendiri (Williams, 1989, hal. 458).

Teori akuntansi normatif
Teori normatif yang dominan dikembangkan pada tahun 1950-an dan 1960-an (Deegan, 2003, hal. 92). Tujuan utama dari teori akuntansi normatif adalah untuk memberikan arahan kepada individu untuk memungkinkan mereka untuk memilih kebijakan akuntansi yang paling tepat sesuai keadaan (Deegan, 2003, hal. 90). Oleh karena itu, hasil penelitian akuntansi normatif harus memberikan penjelasan untuk menginformasikan orang lain tentang pendekatan akuntansi yang optimal untuk mengadopsi dan mengapa pendekatan khusus ini dianggap optimal.
Penelitian akuntansi normatif telah menghasilkan teori akuntansi yang relevan untuk pengaturan standar pelaporan keuangan (Mozes, 1992, hal. 93). Dalam hal ini, FASB mengartikan penelitian akuntansi normatif sebagai permintaan bagi para peneliti akuntansi untuk menyelidiki kualitas keputusan spesifik yang dibuat oleh badan penyusun standar berdasarkan data akuntansi (Mozes, 1992, hal. 93). Contoh sukses dari teori akuntansi normatif adalah kerangka kerja konseptual untuk pelaporan keuangan yang diterbitkan oleh FASB.
Pendukung teori akuntansi normatif menyatakan bahwa standar akuntansi harus berasal dari norma-norma atau konsep tertentu, sehingga, standar akuntansi akan konsisten, sistematis, logika, dan membentuk seperangkat aturan. Norma-norma atau konsep adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dan norma dasar dalam proses penetapan standar.

Kritik terhadap logika dari teori akuntansi positif
Tujuan utama dari PAT adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi dengan membuat sejumlah asumsi tentang perilaku manusia. Diasumsikan bahwa tindakan individu didasarkan pada upaya untuk memaksimalkan kesejahteraan mereka (Deegan, 1997, hal. 64). Dalam hal ini PAT tidak memberikan penjelasan untuk akuntansi bagaimana memaksimalkan kesejahteraan. Watts dan Zimmerman menyatakan bahwa PAT berkaitan dengan menjelaskan praktek akuntansi. Hal ini dirancang untuk menjelaskan dan memprediksi metode akuntansi yang dipergunakan oleh perusahaan (Watt & Zimmerman, 1986, hal. 7).
Tampaknya PAT tidak memiliki peran untuk mempengaruhi masyarakat karena telah dibatasi untuk menjelaskan dan memprediksi. Bebas nilai diklaim oleh pendukung PAT telah membatasi bahwa penelitian akuntansi positif dan hasilnya hanya untuk menjelaskan dan memprediksi, tapi tidak menyarankan metode mana yang harus diadopsi oleh para manajer untuk memaksimalkan kekayaan mereka. Logikanya, di bawah kondisi ekstra biasa seperti inflasi tinggi, manajer perlu memiliki metode terbaik untuk memaksimalkan kekayaan mereka. Oleh karena itu PAT masih menyisakan pertanyaan yang belum terjawab dan kebingungan untuk manajer. Cukup memberikan deskripsi, penjelasan, dan prediksi fenomena akuntansi memberikan manfaat sedikit sosial dan tidak memajukan disiplin akuntansi.
Tingkat universalitas PAT juga dipertanyakan. Teori harus bersifat universal karena dikembangkan di bawah objektivitas (bebas nilai). Teori di PAT dikembangkan dalam penelitian positif yang mengasumsikan bahwa tindakan individu untuk memaksimalkan kesejahteraan mereka. Hipotesis diuji dengan asumsi umum yang bias dan dirancang subyektif. Berikut ini adalah tanggapan pertanyaan umum untuk asumsi yang dibuat oleh para peneliti PAT (Neu, 1997, hal 56.): Apakah manajer benar-benar berperilaku dalam mementingkan diri sendiri? Oleh karena itu, PAT gagal untuk menjelaskan dan memprediksi praktek yang tidak memenuhi asumsi. Dalam hal ini PAT tampaknya tidak menjadi teori karena kadang-kadang tidak universal.

Arti normatif dari teori akuntansi positif
Tidak dapat dipungkiri bahwa akuntansi bukan ilmu murni seperti fisika, biologi, matematika, kimia, dll. Akuntansi merupakan ilmu terapan. Klaim oleh Watts dan Zimmerman bahwa PAT adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi sangat berbeda dengan kualifikasi Popper mengenai teori yang tepat diterapkan untuk ilmu murni tidak untuk ilmu terapan. Ilmuwan menerapkan penggunaan penelitian ilmu murni untuk mengembangkan nilai tetapi tidak membuat ilmu terapan menjadi ilmu murni dan bebas dari nilai.
PAT adalah bebas dari nilai seperti yang diklaim oleh Watts dan Zimmerman. Teori akuntansi dikembangkan menjadi konsep akuntansi, standar, dan prosedur. Ini akan sangat berarti jika teori akuntansi tidak memiliki tujuan-orientasi tersebut. Selanjutnya, Tinker et al (1982, hal. 167) mencatat bahwa PAT terbukti menjadi ilusi karena penelitian di bidang akuntansi (atau ilmu apapun) tidak bisa bebas nilai. Oleh karena itu akuntansi harus memainkan peran penting dalam mencapai kesejahteraan sosial dan tidak dapat dicapai dengan hanya memberikan penjelasan dan prediksi. Hal ini jelas bahwa jika PAT masih di bidang akuntansi tidak akan membebaskan nilai, tetapi juga sarat nilai.
Akuntansi harus memainkan peran penting dalam memaksimalkan kesejahteraan sosial. Akuntansi merupakan alat untuk mencapai tujuan sosial, yaitu, tujuan ekonomi nasional di negara di mana akuntansi diterapkan. Oleh karena itu, struktur akuntansi di negara tertentu sangat mungkin berbeda dari negara lain. Standar akuntansi harus dikembangkan untuk mempengaruhi distribusi kekayaan masyarakat.
Telah dikemukakan bahwa akuntansi memainkan peran penting dalam mencapai distribusi kesejahteraan sosial, bukan hanya menjelaskan atau memprediksi praktek akuntansi. Akhirnya, bisa dikatakan bahwa jika akuntansi bebas nilai, hanya menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi, akuntansi akan menjadi tidak berarti dan tidak melakukan apapun dalam mencapai kesejahteraan sosial.

Kesimpulan

Jelaslah bahwa "penjelasan, prediksi, kenetralan, dan bebas nilai" seperti yang diklaim dalam teori akuntansi positif telah membatasi teori akuntansi dan praktek dalam mendukung distribusi kesejahteraan sosial. Praktek akuntansi harus mencapai tujuannya yang tidak mewakili realitas ekonomi dengan cara ilmiah murni, tapi perkiraan itu pragmatis atas dasar norma-norma tertentu. Sayangnya, pendukung PAT tampaknya tidak mau melihat bukti yang mendukung pandangan bahwa akuntansi akademik merupakan disiplin ilmu terapan. Akuntansi harus memainkan peran penting peran dalam mencapai maksimalisasi individu dan kesejahteraan sosial. Oleh karena, itu mustahil bagi akuntansi untuk bebas nilai. Peneliti akuntansi harus mengembangkan teori akuntansi yang fokus dalam distribusi kesejahteraan sosial.

Thursday, October 23, 2014

Danau Buyan, Bali, Indonesia (Buyan Lake, Bali, Indonesia)


Danau Buyan terletak di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Danau Buyan merupakan salah satu dari empat danau yang ada di Bali. Lingkungan Danau Buyan masih sangat asri. Udaranya masih sejuk. 
Berkunjungkah ke Danau Buyan yang merupakan salah satu reservoar air alam alami yang ada di Bali.Sebagai salah satu danau yang ada di Bali, Danau Buyan merupakan sumber mata air utama bagi masyarakat Bali. Air di Danau Buyan dapat dipergunakan untuk kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan kegiatan sehari-hari masyarakat. Masyarakat sekitar Danau Buyan berkomitmen untuk menjaga kondisi lingkungan di Danau Buyan. Kelestarian lingkungan Danau Buyan merupakan aset penting yang harus dijaga agar sumber air ini dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.




Tuesday, October 21, 2014

ANALISIS JURNAL POSITIVE ACCOUNTING THEORY: A CRITIQUE (SINHA, 2008)


1.    Hasil review jurnal secara umum
Tulisan Sinha secara umum membahas mengenai teori akuntansi positif yang dapat memprediksi dengan baik praktek akuntansi yang terjadi. Teori akuntansi positif dikatakan sangat kontras dengan teori akuntansi normatif. Tulisan Sinha bermaksud untuk menguji validitas dari teori akuntansi positif dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Dari pembahasan yang dilakukan dan berdasarkan literatur dari penulis yang lain, Sinha mengusulkan adanya integrasi dari dua pendekatan ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Positive accounting research (PAR) merujuk kepada desain penelitian akuntansi khusus yang berusaha untuk menjelaskan praktek akuntansi dari perusahaan. Dasar dari PAR adalah adanya positive accounting theory (PAT). Tiga dasar hipotesis dari PAT, seperti yang dikemukakan oleh Watts dan Zimmerman (1978), yaitu bonus plan hypothesis, debt/equity hypothesis, dan political cost hypothesis. Dalam tulisan ini, Sinha berusaha untuk memandang PAT dari berbagai sudut pandang.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Is PAT Scientific? (Apakah PAT bersifat sains?)
Watts dan Zimmerman (1986) menyatakan bahwa praktek akuntansi bersifat ilmiah, sedangkan penelitian akuntansi tradisional bersifat normatif sehingga non-ilmiah. Inti dari metodologi akuntansi positif adalah bahwa tujuannya untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi. Hal ini menyebabkan klaim bahwa teori positif adalah teori akuntansi ekonomi yang berbasis dan berevolusi dari penggunaan konsep ilmiah teori (Whittington, 1987). Ada dua isu yang terlibat dalam pernyataan ini. Pertama-tama, seperti yang ditunjukkan oleh Chambers (1993), sifat pengetahuan ilmiah secara simultan positif dan normatif, atau deskriptif dan preskriptif. Masalah kedua, yang berkaitan dengan yang pertama adalah tentang keyakinan teori positif merupakan ilmu yang bebas nilai dan non-sains adalah ilmu yang sarat nilai atau normatif (Sterling, 1990). Sterling lebih lanjut menunjukkan bahwa praktek-praktek paling ilmiah atau penelitian yang normatif dalam arti bahwa mereka berusaha untuk mengetahui apakah praktek memenuhi standar, yang hampir selalu teori dependen. Teori-teori ilmiah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam, tapi salah satu fungsi dari teori adalah untuk memberikan pedoman kepada para praktisi disiplin itu apakah mereka benar mengikuti kaidah teori yang sesuai atau tidak.
Klaim PAT yang ilmiah dikritisi oleh Christenson (1983). Dia berpendapat bahwa karena PAT berkaitan dengan menjelaskan, memprediksi, dan menjelaskan perilaku akuntan dan manajer, maka disiplin ilmu tersebut harus disebut sebagai 'sosiologi akuntansi.’

Is PAT Economic-Based? (Apakah PAT berbasis ekonomi?)
Watts & Zimmerman mendefinisikan PAT sebagai teori akuntansi berbasis ekonomi. Mereka menyatakan bahwa 'pandangan dalam teori, secara eksplisit maupun implisit, mendasari kebanyakan studi empiris di bidang ekonomi' dan juga bahwa 'perkembangan teori akuntansi positif memiliki tempat dalam arus utama ekonomi dan penelitian keuangan'. Dua fitur yang menonjol dari penjelasan berbasis ekonomi ini adalah: (1) individualisme metodologis dan (2) hipotesis maksimalisasi neoklasik. Individualisme metodologis adalah komitmen untuk menjelaskan setiap fenomena sosial sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan individu dan hipotesis maksimalisasi neoklasik mengklaim bahwa setiap individu yang membuat keputusan tersebut secara eksklusif memiliki keinginan untuk memaksimalkan utilitas pribadinya. Maka pertanyaan selanjutnya yang dikemukakan oleh Sinhan untuk menguji validitas PAT adalah apakah maksimalisasi utilitas merupakan penjelasan yang valid?
Jika semua tindakan manusia dapat dijelaskan dalam hal prinsip maksimisasi utilitas maka tidak ada tindakan manusia atau interaksi yang tidak menghasilkan maksimisasi utilitas bagi individu yang bersangkutan. Seperti yang ditunjukkan oleh Sterling, terlepas dari apakah perusahaan menggunakan LIFO atau FIFO, penjelasan akan sama, yaitu, LIFO (atau FIFO), akan memaksimalkan utilitas dari manajer yang membuat keputusan. Dasar untuk penelitian juga akan sama. Ini akan memandu peneliti positif untuk mencari cara bagaimana LIFO (atau FIFO) memaksimalkan utilitas manajer, misalnya, melihat apakah LIFO (atau FIFO) memaksimalkan laba yang dilaporkan dan jika pendapatan manajer terikat dengan laba yang dilaporkan sehingga memaksimalkan utilitas manajer. Hal ini juga subjektif karena setiap manajer memiliki fungsi utilitas yang berbeda dan parameter fungsi utilitas yang berbeda.

Element of Controversy (Bagian kontroversi)
Para ahli teori akuntansi positif telah mencoba untuk secara radikal mengubah pertanyaan mendasar akuntansi dari 'apa sebaiknya praktek akuntansi itu?' menjadi 'apa praktek akuntansi itu?' (Sterling, 1990). Sterling memperingatkan bahwa merubah pertanyaan secara radikal dalam sebuah disiplin ilmu adalah masalah yang paling penting bagi disiplin ilmu itu sendiri.

Need for Integration (Kebutuhan untuk integrasi)
Kesenjangan antara dua pandangan berbeda dalam penelitian akuntansi telah begitu kuat dan mendalam pada awal abad ke-21. Untuk hal ini, maka Sinhan mengusulkan adopsi pendekatan kondisional-normatif, yang sudah cukup menonjol di bidang ekonomi. Ide dasar pendekatan ini adalah bahwa bukan untuk tidak mengetahui bagaimana orang berperilaku atau bagaimana mereka harus bersikap secara mutlak, tapi bagaimana mereka harus bersikap jika mereka ingin mencapai tujuan tertentu (Mattessich, 2002). Seperti ditunjukkan oleh Mattessich, pendekatan kondisional-normatif dapat digunakan dalam cara yang cukup netral. Tujuannya adalah untuk terciptanya serangkaian model akuntansi yang baik.

Conclusion (Kesimpulan)
Watts & Zimmerman telah menunjukkan jalan ke arah penelitian masa depan bagi para peneliti PAT. Mereka mencatat bahwa "PAT merupakan studi akuntansi yang paling berusaha untuk menjelaskan pilihan dari metode akuntansi tunggal (misalnya, pilihan depresiasi) bukan pilihan metode akuntansi kombinasi" (Watts dan Zimmerman, 1990). Mereka menekankan perlunya meningkatkan hubungan antara teori dan tes empiris. Mereka lebih lanjut mencatat bahwa mengembangkan dan menguji hipotesis alternatif bagi keteraturan empiris yang ada juga akan meningkatkan hubungan antara teori dan tes.
Mangos dan Lewis (1995) menekankan bahwa "mengadopsi paradigma sosial-ekonomi untuk menganalisis pilihan praktek akuntansi manajer dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Identifikasi penjelasan seperti itu akan membantu manajer dalam memahami respon mereka terhadap masalah-masalah sosial-ekonomi dan hubungannya dengan nilai perusahaan.” Mereka berpendapat bahwa variabel sosial berdampak pada perilaku manajer dan pilihan kebijakan akuntansi adalah tindakan sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan seperti yang ditunjukkan dalam isi laporan tahunan perusahaan merupakan sebuah pengaruh sosial yang terlihat dan terukur. Mereka lebih jauh mencatat bahwa kemungkinan ada hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dan kebijakan akuntansi yang dipilih yang merupakan perilaku manajer. Perkembangan yang demikian akan membantu dalam solusi pemisahan bidang sosial dan ekonomi dan mengarah pada paradigma awal sosial ekonomi.

Kritik bebas terhadap jurnal

Secara umum pertanyaan kritik yang disampaikan oleh Sinha didasarkan pada pengujian apakah PAT dapat dikatakan sebagai sains dan apakah berbasis ekonomi. Kritik yang kami berikan terhadap pembahasan jurnal Sinha adalah harus ada ringkasan penelitian-penelitian yang pro dan kontra terhadap PAT. Ringkasan tersebut mungkin dapat berupa diagram atau tabel sehingga pembaca dapat dengan mudah mengetahui judul-judul penelitian yang pro dan kontra terhadap PAT.