Friday, February 4, 2011

Suramadu National Bridge : Construction, Infrastructure, And Culture



Sebuah karya konstruksi hasil kerja keras putra-putri bangsa telah berhasil diwujudkan. Jembatan Nasional Suramadu yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura kini menjadi salah satu ikon yang patut untuk dibanggakan. Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Manfaat dari pembangunan jembatan ini, yaitu mendorong peningkatan perekonomian di Pulau Madura dan Propinsi Jawa Timur secara keseluruhan, mengintegrasikan Pulau Madura menjadi suatu sistem pengembangan wilayah Gerbangkertosusila dan pembangunan Jawa Timur secara keseluruhan, memacu percepatan dan pemerataan pembangunan antar daerah dalam konteks pengembangan wilayah Gerbangkertosusila, melalui pembangunan infrastruktur, mendorong peningkatan lapangan kerja yang sesuai dengan budaya masyarakat Madura, dan mengaplikasikan teknologi jembatan gantung type cable stayed, sekaligus menjadi training ground (ajang pelatihan) untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang ahli di bidang konstruksi jembatan. Tipe jembatan cable-stayed juga memiliki nilai estetika yang tinggi sehingga tipe struktur ini akan dapat berfungsi sebagai land mark untuk kota Suramabaya dan Pulau Madura. Dari segi struktur, jembatan cable stayed merupakan tipe struktur yang tergolong canggih.
Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge. Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan.






Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura. Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.
Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter. Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.
Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter. Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter. Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.





Langkah pertama pelaksanaan pembangunan Jembatan Nasional Suramadu ini selain berkaitan dengan hal teknis juga dilakukan kegiatan lain yang juga sangat penting, yaitu pembersihan ranjau yang diperkirakan berada di Selat Madura. Kegiatan ini dibantu oleh TNI Angkatan Laut. Tujuan dai kegiatan ini, yaitu membebaskan area seluas 550.000 m2 di perairan Selat Madura khususnya Alur Pelayaran Timur Surabaya (ATPS) dari Ranjau dan bahan Peledak sisa Perang Dunia II, yang dalam hal ini berada pada bagian Trase Proyek Jembatan Suramadu. Selain itu, dilakukan pula uji model Jembatan Nasional Suramadu yang akan dibangun. Pada bulan Desember 2003 dilakukan Wind Tunnel Test di laboratorium LAGG Serpong untuk Section Model, dengan tujuan, yaitu identifikasi parameter ketakstabilan aeroelastik, identifikasi tingkat kenyamanan, dan identifikasi beban angin steady. Pengujian dilaksanakan dengan section dan full model.



Pekerjaan Beton pada proyek jembatan Suramadu menggunakan bahan semen type khusus yaitu Special Blanded Cement (SBC) yang diproduksi secara khusus oleh PT. Semen Gresik yang merupakan riset bersama antara PT. Semen Gresik dengan Proyek Jembatan Suramadu.
Kelebihan Dari Semen Jenis ini adalah :
a. Tahan terhadap serangan sulfat dan Chlor maupun lingkungan yang agresif pada daerah laut.
b. Panas Hidrasi yang terjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan semen type lain.
c. Permiabilitas lebih kecil dari semen type lain.
Sehingga dari kelebihan diatas penggunaan Semen type SBC ini akan mampu melindungi beton dari serangan korosi.
Sudah selayaknya kita sebagai masyarakat umum dan pengguna Jembatan Nasional Suramadu untuk menjaga segala fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah. Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu ini selain dibiayai oleh pemerintah dan masyarakat, juga merupakan kebanggaan tidak hanya bagi masyarakat Jawa Timur, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber : Wikipedia



Nama resmi : Jembatan Nasional Suramadu
Mengangkut : 8 lajur
Melintasi : Selat Madura
Lokasi : Jawa Timur
Pengelola : PT Jasa Marga (sementara)
Desain : Cable stayed
Panjang total : 5,438 m (17.841 kaki)
Lebar : 30 m (98 kaki)
Tinggi : 146 m (479 kaki)
Bentang utama : 434 m (1.424 kaki)
Vertical clearance : 35 m (115 kaki)
Tanggal dibangun : 20 Agustus 2003
Tanggal Pembukaan : 10 Juni 2009
Jumlah Bentangan : 2 (jembatan utama) dan 6 (keseluruhan)

Thursday, February 3, 2011

All About Civil Engineering



Belajar apa sih Teknik Sipil itu? Itulah sebagian besar pertanyaan temen-temen yang baru lulus SMA dan akan melanjutkan kuliah. Pertanyaan yang wajar diajukan bagi mereka yang belum mengetahui seluk beluk mengenai ilmu yang satu ini. Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahkan memahami tentang Teknik Sipil. Ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa lulusan Teknik Sipil akan bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan bekerja di kantor catatan sipil. Anggapan ini berkembang karena masyarakat melihat kata “sipil” yang mungkin saja pemahamannya dapat berbeda dengan makna sebenarnya dari ilmu tersebut.



Teknik Sipil merupakan salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang rekayasa bangunan-bangunan sipil dan juga mempelajari tentang akibat pembangunan bangunan sipil tersebut terhadap masyarakat sekitar dan juga khususnya terhadap lingkungan. Bangunan-bangunan sipil merupakan bangunan-bangunan yang tujuan pembangunannya ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas. Misalnya saja rumah sakit, gedung sekolah, jalan raya, jembatan, bendung, bendungan, dan lain sebagainya. Banyaknya jenis bangunan sipil yang ada menjadikan ilmu teknik sipil ini berkembang sangat luas dan tidak hanya berdasarkan satu teori tertentu saja. Saat awal mempelajari teknik sipil, kita akan belajar mengenai dasar-dasar fisika dan kimia yang bertujuan untuk mengingat kembali konsep-konsep sederhana fisika dan kimia yang telah dipelajari sebelumnya. Ini penting karena sebagian besar konsep ini dipergunakan untuk teori-teori lain dalam teknik sipil. Selain itu, kita juga akan mempelajari mengenai keseimbangan gaya-gaya. Salah satu konsep dalam ilmu teknik sipil adalah adanya aksi dan reaksi. Ini akan dipelajari dalam keseimbangan gaya-gaya dimana dasar konsepnya adalah reaksi gaya yang diterima besarnya harus sama dengan aksi yang diberikan terhadap reaksi tersebut sehingga terjadi keseimbangan antara aksi dan reaksi dalam sebuah keadaan. Bangunan-bangunan teknik sipil selain memerlukan perhitungan dalam desain dan konsep bangunannya, juga harus diperhatikan perhitungan mengenai material yang dipergunakan untuk membangun bangunan tersebut. Material ini memiliki satu ilmu tersendiri yang akan mempelajari jenis-jenis bahan, sifat-sifat bahan, dan pemanfaatan material tersebut dalam bangunan-bangunan sipil.



Cabang-cabang ilmu teknik sipil sangat beranekaragam. Terdapat cabang ilmu struktur, transportasi, hidro, geoteknik, dan manajemen konstruksi. Cabang ilmu struktur mempelajari tentang bagaimana cara membangun yang aman dan sesuai dengan kaidah-kaidah teknik sipil. Cabang transportasi mempelajari tentang rekayasa transportasi perkotaan, bagian-bagian jalan, dan proses pembuatan jalan. Cabang ilmu hidro mempelajari tentang perilaku air, jaringan irigasi, dan bangunan-bangunan air, misalnya bendung dan bendungan. Cabang ilmu goeteknik mempelajari tentang sifat-sifat tanah, jenis-jenis pondasi, dan rekayasa pondasi. Cabang ilmu manajemen konstruksi mempelajari tentang pelaksanaan proyek, anggaran biaya proyek, dan pengelolaan waktu pelaksanaan proyek.



Prospek kerja teknik sipil sangat luas. Pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan merupakan peluang kerja yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan teknik sipil. Selain berkarya di bidang konstruksi, lulusan teknik sipil juga dapat berkarya sebagai penilai bangunan yang dapat bekerja di bank. Lulusan teknik sipil dituntut memiliki perencanaan yang matang dan juga pelaksanaan rencana yang baik. Artinya, setiap perencanaan yang telah disusun sebelumnya dapat dilaksanakan dengan baik.






Buat temen-temen yang ingin melanjutkan, teknik sipil merupakan salah satu jurusan yang dapat dipertimbangkan. Selain memiliki prospek kerja yang bagus, teknik sipil juga dapat mengajarkan kita untuk lebih mandiri dan lebih menghargai waktu. Jadwal kuliah yang padat dan diselingi dengan tugas mandiri yang lumayan berat, mau tidak mau akan membuat kita pandai mengatur waktu dan tidak bergantung kepada orang lain, terlebih lagi kepada orang tua. Banyak pengalaman dan ilmu baru yang akan kita dapatkan. Kita dapat merancang bangunan, merancang capuran beton, dan lain sebagainya yang terkait dengan bangunan sipil. Berkunjung ke tempat lain untuk melihat bangunan sipil yang ada juga merupakan pengalaman yang menarik. Ilmu yang dipelajari dalam teknik sipil merupakan ilmu terapan yang dapat dipratekkan secara langsung. Kendala terbesar yang mungkin dihadapi oleh lulusan teknik sipil yaitu perbedaan antara teori yang didapat di bangku kuliah dengan permasalahan yang dihadapi di lapangan. Permasalahan di lapangan memiliki berbagai macam faktor yang harus diperhatikan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan.