Thursday, October 30, 2014

ANALISIS JURNAL THE INFORMATION CONTENT OF ANNUAL EARNINGS ANNOUNCEMENTS (BEAVER, 1968)


1.    Hasil review jurnal secara umum
Jurnal Beaver secara umum memiliki tujuan untuk memeriksa secara luas apakah investor pasar modal merasa laba memiliki nilai informasi yang tinggi. Studi Beaver ini memeriksa secara langsung perhatian dan reaksi investor terhadap pengumuman laba, yang direfleksikan dengan pergerakan harga dan volume saham dalam pekan selama tanggal pengumuman.
Teori valuasi dapat menjelaskan hubungan antara laba dan nilai dari saham. Miller dan Modigliani mengeluarkan postulat bahwa satu elemen penting dalam menentukan nilai dari saham adalah berhubungan dengan pengumuman laba.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Pertanyaan penelitian
Dalam tulisannya, Beaver menemukan adanya permasalahan yaitu kekurangan nilai informasi dari laba. Beaver mengajukan dua permasalahan, yaitu (1) kesalahan pengukuran dalam laba adalah besar sehingga lebih baik untuk mengestimasi nilai saham secara langsung dari variabel instrumental dibandingkan menggunakan laba sebagai variabel intermediate dan (2) meskipun laba mungkin memiliki informasi yang penting, namun terdapat banyak sumber informasi lain yang tersedia untuk investor yang mengandung informasi yang sama namun lebih tepat waktu. Dari dua argumen tersebut, maka Beaver menyimpulkan bahwa pelaporan laba memiliki nilai informasi yang kecil.

Variabel penelitian
Dalam penelitian Beaver variabel independennya adalah konten informasi dari pengumuman laba yang dilakukan oleh perusahaan dan variabel dependennya adalah perhatian dan reaksi para investor terhadap pengumuman laba tersebut yang dicerminkan dengan nilai saham dan volume perdagangan saham.

Hipotesis penelitian
Hipotesis yang dikemukakan oleh Beaver lebih kepada bagaimana reaksi investor menerima informasi pengumuman laba yang dilakukan oleh perusahaan. Beaver tidak menitikberatkan pada apa yang seharusnya dilakukan oleh investor saat menerima informasi pengumuman laba tetapi kepada apa yang dilakukan investor saat menerima informasi pengumuman laba.

Teori dasar
1.      Pengertian dari konten informasi
Informasi didefinisikan sebagai sebuah pertukaran dalam ekspektasi mengenai harapan dari sebuah peristiwa. Dalam konteks penelitian Beaver, maka pelaporan laba perusahaan dikatakan memiliki konten informasi, jika mampu mempengaruhi adanya perubahan dalam penilaian investor terhadap distribusi probabilitas dari imbal hasil di masa depan, yang tentu saja dapat mempengaruhi nilai keseimbangan dari harga sekuritas saat ini.
Definisi lain dari konten informasi adalah tidak hanya adanya perubahan dalam ekspektasi, tetapi juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perubahan perilaku pengambil keputusan. Dalam konteks penelitian ini, maka pelaporan laba perusahaan dikatakan memiliki konten informasi jika jumlah perdagangan saham perusahaan meningkat dibandingkan dengan pengumuman laba pada priode-priode sebelumnya.
2.      Hubungan antara harga dan volume
Hubungan antara harga dan volume adalah konsisten dengan dugaan ekonomi bahwa volume merefleksikan sebuah kekurangan dari persetujuan umum atau ketetapan umum mengenai harga. Kekurangan dari ketetapan umum ini disebabkan oleh sebuah bagian informasi, yaitu pelaporan laba.
Sebuah perbedaan penting antara pengujian harga dan volume adalah bahwa bentuk merefleksikan perubahan dalam ekspektasi dari pasar yang pada akhirnya akan merefleksikan perubahan ekspektasi dari investor individual. Karena harga merefleksikan ekspektasi dari banyak investor, hal ini mungkin menjadi implikasi sebuah peramalan yang efisien dari laba untuk beberapa pekan semenjak tanggal pengumuman laba.

Penelitian terdahulu
Penelitian terdahulu yang terdapat pada tulisan Beaver, yaitu
1.      Miller dan Modigliani (1996) yang meneliti mengenai beberapa estimasi biaya modal dari industri listrik.
2.      Graham et al. (1962) yang meneliti mengenai analisis sekuritas khususnya dalam nilai intrinsik saham.
3.   Benston (1967) yang meneliti mengenai data akuntansi yang dipublikasikan oleh perusahaan dan harga sahamnya.

Metode penelitian
1.      Sampel penelitian
Studi didasarkan pada pengumuman laba tahunan yang dikeluarkan oleh 143 perusahaan selama tahun 1961 sampai tahun 1965. Terdapat beberapa criteria khusus untuk sampel, misalnya perusahaan terdaftar di Compustat, perusahaan merupakan anggota NYSE, tahun fiskal berakhir pada tanggal 31 Desember, tidak ada pengumuman dividen di pekan yang sama dengan pengumuman laba, tidak ada pengumuman stock splits selama 17 pekan dari pengumuman laba, terdapat kurang lebih 20 pengumuman berita perusahaan di Wall Street Journal. Pengumpulan data dimulai dengan identifikasi perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan sampel. Hasil dari pengumpulan data ini terdiri dari 143 perusahaan.
2.      Definisi variabel
Langkah selanjutnya adalah untuk menghitung variabel-variabel yang terkait untuk setiap masing-masing perusahaan selama 261 pekan (1 Januari 1961 sampai 31 Desember 1965)
1.      Analisis volume – tidak dapat diatur untuk pengaruh pasar
Vit­ dihitung untuk setiap pekan, t dalam periode pelaporan untuk masing-masing dari 506 pengumuman laba, j. Periode pelaporan didefinisikan sebagai 17 pekan periode selama kurun waktu tanggal pengumuman (8 pekan sebelum tanggal pengumuman dan 8 pekan setelah tanggal pengumuman).
2.      Analisis volume – diatur untuk pengaruh pasar
Pada bagian ini akan dicoba sebuah analisis yang menghilangkan efek pasar dalam volume perdagangan sekuritas individual. Motivasi dari analisis ini dipengaruhi oleh dua hal, yaitu (1) sangat dimungkinkan bahwa volume perdagangan abnormal yang tinggi mungkin disebabkan oleh bagian lain dari informasi pasar yang dikeluarkan bersamaan dengan pengumuman laba dan (2) lebih penting analisis ini akan mengurangi gangguan dalam volume data. Gangguan dalam hal ini adalah adanya pergerakan dalam volume perdagangan yang disebabkan oleh faktor yang tidak spesifik. Pada bagian ini dilakukan beberapa analisis, yaitu analisis untuk periode bukan pelaporan dan analisis residual untuk periode pelaporan.
3.      Analisis harga – diatur untuk pengaruh dari peristiwa yang terjadi di pasar
Pada bagian ini digunakan model Sharpe. Model Sharpe ini sudah diteliti oleh Fama et al. dan Scholes serta sangat membantu dalam melihat pengaruh dari faktor pasar. Pada bagian ini juga dilakukan beberapa analisis, yaitu analisis untuk periode bukan pelaporan dan analisis residual harga untuk periode pelaporan.

Hubungan yang ditemukan antara volume dan harga
Pada bagian sebelumnya, Beaver mengemukakan sebuah pertanyaan “seberapa banyak peningkatan aktivitas harga dapat disebabkan oleh fakta bahwa terjadi peningkatan transaksi dalam sekuritas dibandingkan perubahan dalam harga keseimbangan?”
Satu pendekatan untuk menjawab permasalahan ini adalah melihat perubahan harga selama periode waktu pemberian sebagai pertambahan jumlah dari perubahan harga dalam setiap transaksi yang terjadi selama periode tersebut. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, perubahan harga dari setiap transaksi dapat dilihat sebagai sebuah observasi dari distribusi probabilitas penaksiran investor mengenai bagaimana seharusnya perubahan harga.

Frekuensi dari pengumuman berita lain selama periode pelaporan
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menemukan jika terdapat pengumuman berita lain selama pekan ke-0 apakah terdapat pengaruh terhadap reaksi volume dan harga sekuritas. Sebagai indikasi awal, desain sampel sudah mencakup semua perusahaan yang mengumumkan dividen dalam pekan yang sama atau semua perusahaan yang melakukan split stock selama periode pelaporan.

Saran untuk penelitian selanjutnya
Reaksi antara harga dan volume mengindikasikan bahwa investor melihat langsung pada pelaporan laba dan tidak menggunakan variabel lain selain pelaporan laba. Bukti ini juga mengindikasikan bahwa pengumuman berita sebelum periode pelaporan laba sama sekali tidak berpengaruh terhadap isi informasi dari pelaporan laba. Berdasarkan temuan ini, penelitian selanjutnya yang mengembangkan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan dikembangkannya model harapan yang akan membantu untuk memprediksi arah dan dampak dari residu harga. Penelitian selanjutnya juga dapat adalah mengaplikasikan metodologi penelitian yang sama tetapi untuk tipe lain dari pengumuman berita. Misalnya penelitian Green dan Segal yang meneliti mengenai isi informasi dari pelaporan interim.
Selain saran untuk penelitian selanjutnya, Beaver juga mengemukakan pertanyaan untuk penelitian selanjutnya, yaitu “haruskah pengambil keputusan merasa pelaporan laba memiliki nilai informasi?” Pertanyaan ini dapat diteliti dengan menggunakan pendekatan pemilihan sebuah peristiwa yang berhubungan dengan pengambil keputusan dan dengan menginvestigasi kemampuan dari data laba untuk memprediksi peristiwa tersebut.

3.    Analisis dan diskusi
Penelitian Beaver secara umum membahas mengenai manfaat informasi pengumuman laba terhadap reaksi investor. Beaver meneliti bagaimana reaksi investor terhadap pengumuman laba yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, Beaver juga meneliti informasi lain yang terdapat di bursa selain informasi pengumuman laba dan reaksi investor terhadap informasi tersebut.
Menurut kami, penelitian Beaver merupakan penelitian yang fundamental karena merupakan penelitian awal yang meneliti mengenai dampak informasi dan reaksi investor. Beaver memberikan pijakan bagi penelitian selanjutnya bahwa ternyata investor melihat langsung pada laporan atau pengumuman laba dan tidak melihat informasi atau pengumuman lain dalam membuat keputusan.

4.    Kritik bebas terhadap jurnal
Kritik kami terhadap jurnal Beaver adalah mengenai konten informasi yang diumumkan oleh perusahaan. Kemungkinan besar pada saat Beaver melakukan penelitian ini, investor di pasar modal masih menggunakan nilai laba sebagai pedoman mengambil keputusan. Namun saat ini, di tengah perkembangan bisnis, perusahaan juga dituntut untuk melakukan pengungkapan informasi lain selain informasi laba, misalnya saja informasi mengenai bagaimana usaha manajemen untuk mengelola sumber daya manusia dan informasi sosial lainnya yang terkait dengan operasional perusahaan. Tentu saja informasi-informasi lain ini dapat dijadikan pedoman oleh investor dan analis dalam menilai kinerja perusahaan. Sehingga jika penelitian Beaver ini dilakukan saat ini, kemungkinan saja akan ditemukan bahwa investor juga menggunakan informasi selain informasi laba untuk mengambil keputusan.

Friday, October 24, 2014

ANALISIS JURNAL CRITIQUE TO THE LOGIC AND THE NORMATIVE SENSES OF POSITIVE ACCOUNTING THEORY (SUWALDIMAN, 2003)



1.    Hasil review jurnal secara umum
Tulisan Suwaldiman ini membahas mengeni kritik terhadap teori akuntansi positif (PAT). Suwaldiman membahas logika dan arti normatif dari PAT. Dalam tulisannya, Suwaldiman berpendapat bahwa PAT tidak lebih baik dari bentuk teori yang lain dan hanya menjelaskan atau memprediksi praktek-praktek akuntansi yang berkembang saat ini.
 Masalah konstruksi teori akuntansi telah mengarah pada perdebatan pendekatan deduktif dengan pendekatan induktif dan dua aliran teori akuntansi positif dengan teori akuntansi normatif. Teori akuntansi positif menghasilkan penelitian yang didasarkan pada pengamatan empiris, dan kemudian berdasarkan pada pendekatan induktif, teori dibangun. Para pendukung akuntansi positif mengklaim bahwa mereka bebas nilai dalam menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi. Di sisi lain, teori akuntansi normatif dibangun berdasarkan pendekatan normatif. Para pendukung normatif berpendapat bahwa teori akuntansi harus mendorong praktek sesuai dengan tujuan dari teori (yaitu, standar akuntansi dan prosedur), sehingga tujuan teori akan tercapai. Tulisan Suwaldiman ini dimulai dengan menjelaskan sifat positif dan teori akuntansi normatif kemudian pembahasan ditekankan pada kritik dengan logika penelitian akuntansi positif dan indra normatif dari teori akuntansi positif.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Sifat dari teori akuntansi positif
Ide dasar dari PAT adalah mengacu kepada ide Popper mengenai apa itu teori dalam ilmu (Boland & Gordon, 1982, hal. 145). Fungsi teori adalah untuk menjelaskan dan memprediksi tentang suatu bidang atau fenomena yang sedang diamati. Selain itu, fungsi teori adalah untuk menjawab apa dan mengapa tidak apa yang seharusnya atau bagaimana melakukannya.
Teori akuntansi positif terungkap perdebatan dengan Watts dan Zimmerman buku "Teori Akuntansi Positif". Mengacu pada gagasan Popper, hal ini diklaim bahwa tujuan teori akuntansi adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi (Watts dan Zimmerman, 1986, hal. 2). Selanjutnya, mereka berpendapat bahwa definisi mereka tentang praktek akuntansi yang luas didasarkan pada alasan bahwa perkembangan dan sifat akuntansi terkait erat dengan audit, praktek audit dimasukkan sebagai bagian dari praktek akuntansi (Watts dan Zimmerman, 1986, hal. 2). Mereka memberikan alasan untuk praktek diamati, yaitu mengapa perusahaan menggunakan metode LIFO daripada metode FIFO.
Selain itu, tujuan dari PAT adalah untuk memberikan penjelasan dan prediksi yang berguna bagi pihak dalam menarik informasi akuntansi untuk memaksimalkan kekayaan mereka (yaitu praktik akuntansi berakar pada tujuan manajer) (Williams, 1989, hal. 455). Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini, penelitian akuntansi harus dilakukan secara empiris untuk mengembangkan PAT. Selanjutnya, agar PAT memiliki arti, harus mengandung setidaknya satu premis atau proposisi yang memungkinkan atribusi kausal. Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa PAT didasarkan pada asumsi bahwa individu bertindak untuk memaksimalkan utilitas mereka sendiri (Williams, 1989, hal. 458).

Teori akuntansi normatif
Teori normatif yang dominan dikembangkan pada tahun 1950-an dan 1960-an (Deegan, 2003, hal. 92). Tujuan utama dari teori akuntansi normatif adalah untuk memberikan arahan kepada individu untuk memungkinkan mereka untuk memilih kebijakan akuntansi yang paling tepat sesuai keadaan (Deegan, 2003, hal. 90). Oleh karena itu, hasil penelitian akuntansi normatif harus memberikan penjelasan untuk menginformasikan orang lain tentang pendekatan akuntansi yang optimal untuk mengadopsi dan mengapa pendekatan khusus ini dianggap optimal.
Penelitian akuntansi normatif telah menghasilkan teori akuntansi yang relevan untuk pengaturan standar pelaporan keuangan (Mozes, 1992, hal. 93). Dalam hal ini, FASB mengartikan penelitian akuntansi normatif sebagai permintaan bagi para peneliti akuntansi untuk menyelidiki kualitas keputusan spesifik yang dibuat oleh badan penyusun standar berdasarkan data akuntansi (Mozes, 1992, hal. 93). Contoh sukses dari teori akuntansi normatif adalah kerangka kerja konseptual untuk pelaporan keuangan yang diterbitkan oleh FASB.
Pendukung teori akuntansi normatif menyatakan bahwa standar akuntansi harus berasal dari norma-norma atau konsep tertentu, sehingga, standar akuntansi akan konsisten, sistematis, logika, dan membentuk seperangkat aturan. Norma-norma atau konsep adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dan norma dasar dalam proses penetapan standar.

Kritik terhadap logika dari teori akuntansi positif
Tujuan utama dari PAT adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi dengan membuat sejumlah asumsi tentang perilaku manusia. Diasumsikan bahwa tindakan individu didasarkan pada upaya untuk memaksimalkan kesejahteraan mereka (Deegan, 1997, hal. 64). Dalam hal ini PAT tidak memberikan penjelasan untuk akuntansi bagaimana memaksimalkan kesejahteraan. Watts dan Zimmerman menyatakan bahwa PAT berkaitan dengan menjelaskan praktek akuntansi. Hal ini dirancang untuk menjelaskan dan memprediksi metode akuntansi yang dipergunakan oleh perusahaan (Watt & Zimmerman, 1986, hal. 7).
Tampaknya PAT tidak memiliki peran untuk mempengaruhi masyarakat karena telah dibatasi untuk menjelaskan dan memprediksi. Bebas nilai diklaim oleh pendukung PAT telah membatasi bahwa penelitian akuntansi positif dan hasilnya hanya untuk menjelaskan dan memprediksi, tapi tidak menyarankan metode mana yang harus diadopsi oleh para manajer untuk memaksimalkan kekayaan mereka. Logikanya, di bawah kondisi ekstra biasa seperti inflasi tinggi, manajer perlu memiliki metode terbaik untuk memaksimalkan kekayaan mereka. Oleh karena itu PAT masih menyisakan pertanyaan yang belum terjawab dan kebingungan untuk manajer. Cukup memberikan deskripsi, penjelasan, dan prediksi fenomena akuntansi memberikan manfaat sedikit sosial dan tidak memajukan disiplin akuntansi.
Tingkat universalitas PAT juga dipertanyakan. Teori harus bersifat universal karena dikembangkan di bawah objektivitas (bebas nilai). Teori di PAT dikembangkan dalam penelitian positif yang mengasumsikan bahwa tindakan individu untuk memaksimalkan kesejahteraan mereka. Hipotesis diuji dengan asumsi umum yang bias dan dirancang subyektif. Berikut ini adalah tanggapan pertanyaan umum untuk asumsi yang dibuat oleh para peneliti PAT (Neu, 1997, hal 56.): Apakah manajer benar-benar berperilaku dalam mementingkan diri sendiri? Oleh karena itu, PAT gagal untuk menjelaskan dan memprediksi praktek yang tidak memenuhi asumsi. Dalam hal ini PAT tampaknya tidak menjadi teori karena kadang-kadang tidak universal.

Arti normatif dari teori akuntansi positif
Tidak dapat dipungkiri bahwa akuntansi bukan ilmu murni seperti fisika, biologi, matematika, kimia, dll. Akuntansi merupakan ilmu terapan. Klaim oleh Watts dan Zimmerman bahwa PAT adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi sangat berbeda dengan kualifikasi Popper mengenai teori yang tepat diterapkan untuk ilmu murni tidak untuk ilmu terapan. Ilmuwan menerapkan penggunaan penelitian ilmu murni untuk mengembangkan nilai tetapi tidak membuat ilmu terapan menjadi ilmu murni dan bebas dari nilai.
PAT adalah bebas dari nilai seperti yang diklaim oleh Watts dan Zimmerman. Teori akuntansi dikembangkan menjadi konsep akuntansi, standar, dan prosedur. Ini akan sangat berarti jika teori akuntansi tidak memiliki tujuan-orientasi tersebut. Selanjutnya, Tinker et al (1982, hal. 167) mencatat bahwa PAT terbukti menjadi ilusi karena penelitian di bidang akuntansi (atau ilmu apapun) tidak bisa bebas nilai. Oleh karena itu akuntansi harus memainkan peran penting dalam mencapai kesejahteraan sosial dan tidak dapat dicapai dengan hanya memberikan penjelasan dan prediksi. Hal ini jelas bahwa jika PAT masih di bidang akuntansi tidak akan membebaskan nilai, tetapi juga sarat nilai.
Akuntansi harus memainkan peran penting dalam memaksimalkan kesejahteraan sosial. Akuntansi merupakan alat untuk mencapai tujuan sosial, yaitu, tujuan ekonomi nasional di negara di mana akuntansi diterapkan. Oleh karena itu, struktur akuntansi di negara tertentu sangat mungkin berbeda dari negara lain. Standar akuntansi harus dikembangkan untuk mempengaruhi distribusi kekayaan masyarakat.
Telah dikemukakan bahwa akuntansi memainkan peran penting dalam mencapai distribusi kesejahteraan sosial, bukan hanya menjelaskan atau memprediksi praktek akuntansi. Akhirnya, bisa dikatakan bahwa jika akuntansi bebas nilai, hanya menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi, akuntansi akan menjadi tidak berarti dan tidak melakukan apapun dalam mencapai kesejahteraan sosial.

Kesimpulan

Jelaslah bahwa "penjelasan, prediksi, kenetralan, dan bebas nilai" seperti yang diklaim dalam teori akuntansi positif telah membatasi teori akuntansi dan praktek dalam mendukung distribusi kesejahteraan sosial. Praktek akuntansi harus mencapai tujuannya yang tidak mewakili realitas ekonomi dengan cara ilmiah murni, tapi perkiraan itu pragmatis atas dasar norma-norma tertentu. Sayangnya, pendukung PAT tampaknya tidak mau melihat bukti yang mendukung pandangan bahwa akuntansi akademik merupakan disiplin ilmu terapan. Akuntansi harus memainkan peran penting peran dalam mencapai maksimalisasi individu dan kesejahteraan sosial. Oleh karena, itu mustahil bagi akuntansi untuk bebas nilai. Peneliti akuntansi harus mengembangkan teori akuntansi yang fokus dalam distribusi kesejahteraan sosial.

Thursday, October 23, 2014

Danau Buyan, Bali, Indonesia (Buyan Lake, Bali, Indonesia)


Danau Buyan terletak di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Danau Buyan merupakan salah satu dari empat danau yang ada di Bali. Lingkungan Danau Buyan masih sangat asri. Udaranya masih sejuk. 
Berkunjungkah ke Danau Buyan yang merupakan salah satu reservoar air alam alami yang ada di Bali.Sebagai salah satu danau yang ada di Bali, Danau Buyan merupakan sumber mata air utama bagi masyarakat Bali. Air di Danau Buyan dapat dipergunakan untuk kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan kegiatan sehari-hari masyarakat. Masyarakat sekitar Danau Buyan berkomitmen untuk menjaga kondisi lingkungan di Danau Buyan. Kelestarian lingkungan Danau Buyan merupakan aset penting yang harus dijaga agar sumber air ini dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.




Tuesday, October 21, 2014

ANALISIS JURNAL POSITIVE ACCOUNTING THEORY: A CRITIQUE (SINHA, 2008)


1.    Hasil review jurnal secara umum
Tulisan Sinha secara umum membahas mengenai teori akuntansi positif yang dapat memprediksi dengan baik praktek akuntansi yang terjadi. Teori akuntansi positif dikatakan sangat kontras dengan teori akuntansi normatif. Tulisan Sinha bermaksud untuk menguji validitas dari teori akuntansi positif dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Dari pembahasan yang dilakukan dan berdasarkan literatur dari penulis yang lain, Sinha mengusulkan adanya integrasi dari dua pendekatan ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Positive accounting research (PAR) merujuk kepada desain penelitian akuntansi khusus yang berusaha untuk menjelaskan praktek akuntansi dari perusahaan. Dasar dari PAR adalah adanya positive accounting theory (PAT). Tiga dasar hipotesis dari PAT, seperti yang dikemukakan oleh Watts dan Zimmerman (1978), yaitu bonus plan hypothesis, debt/equity hypothesis, dan political cost hypothesis. Dalam tulisan ini, Sinha berusaha untuk memandang PAT dari berbagai sudut pandang.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Is PAT Scientific? (Apakah PAT bersifat sains?)
Watts dan Zimmerman (1986) menyatakan bahwa praktek akuntansi bersifat ilmiah, sedangkan penelitian akuntansi tradisional bersifat normatif sehingga non-ilmiah. Inti dari metodologi akuntansi positif adalah bahwa tujuannya untuk menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi. Hal ini menyebabkan klaim bahwa teori positif adalah teori akuntansi ekonomi yang berbasis dan berevolusi dari penggunaan konsep ilmiah teori (Whittington, 1987). Ada dua isu yang terlibat dalam pernyataan ini. Pertama-tama, seperti yang ditunjukkan oleh Chambers (1993), sifat pengetahuan ilmiah secara simultan positif dan normatif, atau deskriptif dan preskriptif. Masalah kedua, yang berkaitan dengan yang pertama adalah tentang keyakinan teori positif merupakan ilmu yang bebas nilai dan non-sains adalah ilmu yang sarat nilai atau normatif (Sterling, 1990). Sterling lebih lanjut menunjukkan bahwa praktek-praktek paling ilmiah atau penelitian yang normatif dalam arti bahwa mereka berusaha untuk mengetahui apakah praktek memenuhi standar, yang hampir selalu teori dependen. Teori-teori ilmiah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam, tapi salah satu fungsi dari teori adalah untuk memberikan pedoman kepada para praktisi disiplin itu apakah mereka benar mengikuti kaidah teori yang sesuai atau tidak.
Klaim PAT yang ilmiah dikritisi oleh Christenson (1983). Dia berpendapat bahwa karena PAT berkaitan dengan menjelaskan, memprediksi, dan menjelaskan perilaku akuntan dan manajer, maka disiplin ilmu tersebut harus disebut sebagai 'sosiologi akuntansi.’

Is PAT Economic-Based? (Apakah PAT berbasis ekonomi?)
Watts & Zimmerman mendefinisikan PAT sebagai teori akuntansi berbasis ekonomi. Mereka menyatakan bahwa 'pandangan dalam teori, secara eksplisit maupun implisit, mendasari kebanyakan studi empiris di bidang ekonomi' dan juga bahwa 'perkembangan teori akuntansi positif memiliki tempat dalam arus utama ekonomi dan penelitian keuangan'. Dua fitur yang menonjol dari penjelasan berbasis ekonomi ini adalah: (1) individualisme metodologis dan (2) hipotesis maksimalisasi neoklasik. Individualisme metodologis adalah komitmen untuk menjelaskan setiap fenomena sosial sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan individu dan hipotesis maksimalisasi neoklasik mengklaim bahwa setiap individu yang membuat keputusan tersebut secara eksklusif memiliki keinginan untuk memaksimalkan utilitas pribadinya. Maka pertanyaan selanjutnya yang dikemukakan oleh Sinhan untuk menguji validitas PAT adalah apakah maksimalisasi utilitas merupakan penjelasan yang valid?
Jika semua tindakan manusia dapat dijelaskan dalam hal prinsip maksimisasi utilitas maka tidak ada tindakan manusia atau interaksi yang tidak menghasilkan maksimisasi utilitas bagi individu yang bersangkutan. Seperti yang ditunjukkan oleh Sterling, terlepas dari apakah perusahaan menggunakan LIFO atau FIFO, penjelasan akan sama, yaitu, LIFO (atau FIFO), akan memaksimalkan utilitas dari manajer yang membuat keputusan. Dasar untuk penelitian juga akan sama. Ini akan memandu peneliti positif untuk mencari cara bagaimana LIFO (atau FIFO) memaksimalkan utilitas manajer, misalnya, melihat apakah LIFO (atau FIFO) memaksimalkan laba yang dilaporkan dan jika pendapatan manajer terikat dengan laba yang dilaporkan sehingga memaksimalkan utilitas manajer. Hal ini juga subjektif karena setiap manajer memiliki fungsi utilitas yang berbeda dan parameter fungsi utilitas yang berbeda.

Element of Controversy (Bagian kontroversi)
Para ahli teori akuntansi positif telah mencoba untuk secara radikal mengubah pertanyaan mendasar akuntansi dari 'apa sebaiknya praktek akuntansi itu?' menjadi 'apa praktek akuntansi itu?' (Sterling, 1990). Sterling memperingatkan bahwa merubah pertanyaan secara radikal dalam sebuah disiplin ilmu adalah masalah yang paling penting bagi disiplin ilmu itu sendiri.

Need for Integration (Kebutuhan untuk integrasi)
Kesenjangan antara dua pandangan berbeda dalam penelitian akuntansi telah begitu kuat dan mendalam pada awal abad ke-21. Untuk hal ini, maka Sinhan mengusulkan adopsi pendekatan kondisional-normatif, yang sudah cukup menonjol di bidang ekonomi. Ide dasar pendekatan ini adalah bahwa bukan untuk tidak mengetahui bagaimana orang berperilaku atau bagaimana mereka harus bersikap secara mutlak, tapi bagaimana mereka harus bersikap jika mereka ingin mencapai tujuan tertentu (Mattessich, 2002). Seperti ditunjukkan oleh Mattessich, pendekatan kondisional-normatif dapat digunakan dalam cara yang cukup netral. Tujuannya adalah untuk terciptanya serangkaian model akuntansi yang baik.

Conclusion (Kesimpulan)
Watts & Zimmerman telah menunjukkan jalan ke arah penelitian masa depan bagi para peneliti PAT. Mereka mencatat bahwa "PAT merupakan studi akuntansi yang paling berusaha untuk menjelaskan pilihan dari metode akuntansi tunggal (misalnya, pilihan depresiasi) bukan pilihan metode akuntansi kombinasi" (Watts dan Zimmerman, 1990). Mereka menekankan perlunya meningkatkan hubungan antara teori dan tes empiris. Mereka lebih lanjut mencatat bahwa mengembangkan dan menguji hipotesis alternatif bagi keteraturan empiris yang ada juga akan meningkatkan hubungan antara teori dan tes.
Mangos dan Lewis (1995) menekankan bahwa "mengadopsi paradigma sosial-ekonomi untuk menganalisis pilihan praktek akuntansi manajer dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Identifikasi penjelasan seperti itu akan membantu manajer dalam memahami respon mereka terhadap masalah-masalah sosial-ekonomi dan hubungannya dengan nilai perusahaan.” Mereka berpendapat bahwa variabel sosial berdampak pada perilaku manajer dan pilihan kebijakan akuntansi adalah tindakan sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan seperti yang ditunjukkan dalam isi laporan tahunan perusahaan merupakan sebuah pengaruh sosial yang terlihat dan terukur. Mereka lebih jauh mencatat bahwa kemungkinan ada hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dan kebijakan akuntansi yang dipilih yang merupakan perilaku manajer. Perkembangan yang demikian akan membantu dalam solusi pemisahan bidang sosial dan ekonomi dan mengarah pada paradigma awal sosial ekonomi.

Kritik bebas terhadap jurnal

Secara umum pertanyaan kritik yang disampaikan oleh Sinha didasarkan pada pengujian apakah PAT dapat dikatakan sebagai sains dan apakah berbasis ekonomi. Kritik yang kami berikan terhadap pembahasan jurnal Sinha adalah harus ada ringkasan penelitian-penelitian yang pro dan kontra terhadap PAT. Ringkasan tersebut mungkin dapat berupa diagram atau tabel sehingga pembaca dapat dengan mudah mengetahui judul-judul penelitian yang pro dan kontra terhadap PAT.

Thursday, October 16, 2014

ANALISIS JURNAL: DIRECTIONS IN ACCOUNTING RESEARCH, NEAR AND FAR (BEAVER, 1996)


1.    Hasil review jurnal secara umum
Jurnal Beaver secara umum memiliki tujuan untuk memberikan komentar terhadap arah penelitian di bidang akuntansi, yaitu NEAR (Not-so Early Accounting Research) dan FAR (Future Accounting Research) yang berfokus pada penelitian di bidang pasar modal. Komentar Beaver dalam tulisannya memuat tiga fokus utama. Pertama, Beaver menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penelitian akuntansi selama 25 tahun terakhir. Kedua, arah penelitian NEAR dibahas menggunakan 2 poin utama, yaitu tulisan-tulisan ilmiah yang dibahas pada seminar akuntansi di Stanford dan beberapa tulisan-tulisan ilmiah yang berhubungan dengan penelitian Beaver sendiri. Ketiga, Beaver mendiskusikan karakteristik utama dari arah penelitian selanjutnya dalam akuntansi (FAR), termasuk manfaat dari penelitian generik dan penelitian kontekstual.

2.    Poin utama pembahasan jurnal
Faktor-faktor yang mempengaruhi arah penelitian akuntansi
Menurut Beaver, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi arah penelitian akuntansi. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor eksogen (faktor dari luar) dan faktor endogen (faktor dari dalam).
Faktor eksogen
1.  Pengaruh dari disiplin ilmu yang lain. Ilmu keuangan, informasi ekonomi, dan ilmu keperilakuan mempunyai pengaruh yang signifikan dalam penelitian akuntansi.
2.  Ketersediaan banyak data dengan biaya yang rendah. Hal disebabkan karena adanya perubahan dalam teknologi komputer. Ketersediaan data, misalnya data harga sekuritas dan data imbal hasil saham, memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas penelitian, khususnya dalam bidang pasar modal.
3.  Perubahan dalam lingkungan pelaporan keuangan. Adanya perubahan dalam standar akuntansi seperti SFAS disebabkan karena adanya perubahan bisnis seperti perubahan dalam transaksi bisnis dan perubahan dalam aturan.

Faktor endogen
Sebagian besar dari faktor endogen dipengaruhi oleh komunitas akademis.
1.      Terbitnya jurnal-jurnal penelitian. Kebijakan editorial dalam setiap jurnal-jurnal penelitian memiliki pengaruh yang kuat terhadap arah penelitian akuntansi. Sebagai contoh Journal of Accounting Research memiliki pengaruh dalam penelitian empiris akuntansi, sedangkan Journal of Accounting and Economics memberikan pengaruh dalam penelitian teori akuntansi positif.
2.  Konferensi tahunan. Adanya konferensi tahunan memberikan insentif secara langsung terhadap topik-topik penelitian yang dipilih.
3.  Teori dan bukti dari hasil penelitian. Teori dan bukti dari hasil penelitian memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai fenomena dalam pelaporan keuangan.


NEAR (Not-so Early Accounting Research)
Ada dua sumber yang dapat memberikan contoh dari arah penelitian dalam NEAR, yaitu seminar penelitian doktoral Beaver mengenai harga sekuritas di Stanford dan penelitian saat ini yang sedang berlangsung.


Seminar doktoral di Stanford


Figur 1 merupakan diagram topik dan menjelaskan bagaimana satu topik berhubungan dengan topik yang lain. Hal ini menggambarkan satu sudut pandang dalam perkembangan dari penelitian-penelitian terdahulu dan membantu kita untuk memahami pengembangan dan hubungan antara satu arah penelitian dengan arah penelitian yang lain.
Pertanyaan mengenai apa itu penelitian akuntansi dapat dijawab dengan membagi arah penelitian menjadi dua topik besar, yaitu data akuntansi sebagai pengukuran dan data akuntansi sebagai informasi. Topik ini akan sangat mempengaruhi desain penelitian yang secara langsung juga akan mempengaruhi pertanyaan penelitian yang diajukan. Dalam topik penelitian data akuntansi sebagai informasi, penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu penggunaan nonstrategis data akuntansi dan penggunaan strategis dari data akuntansi.
Dari sudut pandang data akuntansi sebagai informasi (penggunaan nonstrategis data akuntansi), penelitian-penelitian lebih fokus pada harga sekuritas dibandingkan dengan kebangkrutan dan rating obligasi, sudut pandang data akuntansi sebagai informasi lebih memilih topik mengenai efek dari sinyal akuntansi dalam distribusi imbal hasil sekuritas. Fokus primer dalam penelitian pasar modal lebih menaksir kepada distribusi imbal hasil, dimana desain penelitian-penelitian seperti ini adalah penelitian-penelitian “event studies.” Contoh penelitiannya, misalnya Ball dan Brown (1968). Penelitian Bernard dan Thomas (1989a, 1989b) mengenai efisiensi pasar merupakan perluasan dari penelitian Ball dan Brown (1968).
Dalam sudut pandang akuntansi data sebagai pengukuran, penelitian-penelitian pada pertengahan tahun 1960 lebih berfokus pada sudut pandang pengukuran. Contohnya adalah dalam akuntansi klasik seperti alternatif fair value dibandingkan historical costs. Contoh penelitian dalam bidang ini, misalnya Ohlson (1995) dan Miller dan Modigliani (1966).
Dalam sudut pandang penggunaan data akuntansi sebagai informasi dalam konteks strategis, basis penelitian lebih berfokus pada adanya diskresi pada akuntansi. Terdapat beberapa area penelitian yang dapat dieksplorasi, yaitu pengungkapan sukarela, manajemen akrual, pemilihan dari metode akuntansi, dan analisis keperilakuan. Model dari pengungkapan sukarela diteliti oleh Verrecchia (1983) dan Trueman (1986). Penelitian dalam bidang pemilihan metode akuntansi dilakukan oleh Holthausen (1981).

Penelitian saat ini yang sedang berlangsung
Sumber kedua mengenai ilustrasi dari perkembangan saat ini dalam penelitian akuntansi adalah penelitian yang saat ini sedang berlangsung.
·        The pricing of discretionary accruals
Sesuai dengan figur 1, maka arah penelitian ini sesuai dengan topik accrual management. Penelitian mengenai discretionary accruals ini lebih berfokus kepada motivasi manajemen untuk melakukannya dan dampaknya. Perilaku diskresionari dapat mempengaruhi baik insentif dan konsekuensi ekonomi dari perilaku tersebut.
·         Nilai relevansi dari SFAS 107 mengenai pengungkapan fair value
Sesuai dengan figur 1, maka arah penelitian ini sesuai dengan topik data akuntansi sebagai pengukuran. Contoh penelitian dalam topik ini adalah penelitian Barth et al. (1995) yang meneliti mengenai akuntansi fair value dan penelitian terdahulu yaitu penelitian Beaver dan Landsman (1983) yang mengeksplorasi nilai relevansi dari SFAS No. 33 pengungkapan biaya penggantian dengan hasil yang negatif. 
·         Hubungan harga dan laba – sebuah pendekatan persamaan simultan
Arah penelitian seperti ini merupakan arah yang menghubungkan gap antara topik penelitian information content of prices dan earnings respon coefficients. Penelitian Beaver et al. (1995) memperlihatkan paradoks yang menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi laba tetapi bukan harga dan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga tetapi bukan laba. Salah satu cara untuk menemukan solusi dari paradoks ini adalah mengestimasi sebuah koefisien menggunakan sebuah pendekatan persamaan simultan.
·         Hubungan relatif dari nilai buku dan laba
Arah penelitian ini sesuai dengan topik data akuntansi sebagai pengukuran. Penelitian awal mengenai topik ini dilakukan oleh Watts (1974, 1977) dan Barth et al. (1995) yang menemukan bahwa neraca merupakan penentu yang relatif penting sebagai pengukur kondisi keuangan perusahaan.
·       Konservatisme dan penundaan pengakuan dalam akuntansi akrual
Konservatisme dan penundaan pengkuan merupakan faktor penting dalam sistem pelaporan keuangan. Contoh penelitian dalam bidang ini adalah penelitian Ryan (1995) dan Beaver dan Ryan (1995).

FAR (Future Accounting Research)
Hasil diskusi dari NEAR mengidentifikasikan beberapa perkembangan dalam penelitian akuntansi. Beaver menyimpulkan terdapat tiga faktor utama.
1.  Penelitian akuntansi yang terkemuka mungkin merupakan pencampuran antara teori, analisis empiris, dan pengetahuan institusional.
2.     Adanya perhatian dalam penelitian kontekstual dibandingkan penelitian generik.
3.      Faktor “wild card
Faktor “wild card” merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi penelitian selanjutnya melalui cara yang tidak dapat diprediksikan. Setiap peristiwa dapat berubah dalam lingkungan pelaporan keuangan. Sebagai contoh, jika aturan-aturan dalam pelaporan keuangan mengalami perubahan yang substansial, maka terjadi perubahan dalam pemilihan kebijakan akuntansi yang mungkin dapat merubah secara tidak langsung arah penelitian akuntansi. Faktor lain yang dapat dimasukkan sebagai “wild card” adalah kreativitas individual peneliti. Peneliti dituntut memiliki kreativitas dalam memilih topik penelitian.
Beaver dalam komentarnya juga memberikan kendala-kendala dalam perkembangan faktor-faktor ini. Kendala dari faktor pertama adalah bahwa tipe penelitian yang menggabungkan teori, analisis empiris, dan pengetahuan institusional sangat sulit untuk dilakukan dengan baik. Diperlukan adanya pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep ekonomi dan pengalaman dalam melakukan penelitian berbasis empiris. Sedangkan faktor kedua dan ketiga sangat dipengaruhi oleh adanya kebijakan-kebijakan editorial dari jurnal-jurnal ilmiah yang merupakan salah satu faktor endogen.

3. Analisis jurnal
     Hasil dan Diskusi
Pendapat Beaver yang membagi faktor-faktor yang mempengaruhi penelitian akuntansi menjadi faktor endogen dan faktor eksogen semakin memudahkan kita memahami arah penelitian akuntansi. Jika dilihat secara umum, faktor eksogen yang paling berperan adalah perubahan dalam lingkungan pelaporan keuangan. Aturan yang berubah misalnya keharusan dari penerapan IFRS dapat juga mempengaruhi arah penelitian menjadi penelitian yang meneliti dampak IFRS terhadap kebijakan akuntansi perusahaan. Sedangkan faktor endogen yang menurut kami paling berpengaruh adalah topik yang terdapat di jurnal ilmiah dan teori serta bukti baru yang dihasilkan. Jika ada penelitian yang menemukan teori serta bukti baru, maka arah penelitian akuntansi mungkin saja menuju ke pembuktian validitas teori dan bukti tersebut atau penelitian yang mengkritik teori dan bukti tersebut.

Kritik bebas terhadap jurnal
Kritik yang dapat kami berikan terhadap jurnal Beaver yaitu pada faktor eksogen yang dapat mempengaruhi arah penelitian. Peristiwa atau fenomena ekonomi dan bisnis yang saat ini sedang terjadi mungkin saja dapat mempengaruhi arah penelitian dalam bidang pasar modal. Kasus kebangkrutan Enron dan WorldCom juga memberikan arah penelitian. Kegiatan CSR dan pelaporan sosial dan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan juga dapat mengarahkan penelitian saat ini kearah akuntansi sosial yang dapat dihubungkan dengan permasalahan apakah investor sangat memperhatikan pengungkapan sosial dan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan atau tidak.