Thursday, October 21, 2010

Shinkansen : Train And Mass Transportation


Shinkansen (新幹線, juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways. Shinkansen merupakan transportasi kereta api yang pertama kali beroperasi di Jepang
Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Kecepatan tinggi inilah yang menyebabkan masyarakat Jepang umumnya lebih memilih Shinkansen sebagai sarana transportasi sehari-hari.
Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut. Jalur keret apai hanya khusus dipergunakan untuk operasional Shinkansen dan dilarang digunakan untuk kereta api jenis lain. Jalur kereta ini khusus dibuat dan direncanakan untuk dilalui oleh kereta berkecepatan tinggi dan relnya memang dibuat khusus. Shinkansen dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani satu milyar penumpang pada 1976.
Pada mulanya Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru 'Nazomi' yang dapat menghasilkan kecepatan 270 km/j telah menghasilkan perjalanan yang singkat. Rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen




Untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem penahan angin (yang mirip dengan kegunaan telinga) untuk membantu proses pemberhentian bila gempa bumi terdeteksi. Pemerintah Jepang sangat menaruh perhatian kepada sistem transportasi jenis ini. Lingkungan sekitar jalur kereta api Shinkansen bebas dari perumahan penduduk dan aktivitas lainnya
Pada 2003, JR Central melaporkan jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam 0,1 menit atau 6 detik dari waktu yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen. Rekor sebelumnya dari 1997 dan tercatat 0,3 menit atau 18 detik.









Pemerintah Indonesia sebaiknya lebih serius untuk memperhatikan masalah transportasi. Kenyamanan dan ketepatan waktu dari system transportasi akan memudahkan pergerakan barang dan jasa yang sekaligus akan meningkatkan sektor perekonomian. Transportasi bukan hanya permasalahan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut masalah manajemen yang mengelola sistem transportasi tersebut. Jika sarana dan prasarana transportasi telah dibangun dengan baik dan dikelola dengan manajemen yang baik, tentu saja masyarakat luas akan menikmati kenyamanan dan ketepatan waktu untuk melakukan perjalanan. Transportasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sebaiknya dilayani dengan baik oleh pemerintah. Sudah seharusnya pemerintah lebih memperhatikan sarana dan prasarana di bidang transportasi sehingga permasalahan transportasi dapat dikurangi

Sumber : wikipedia.org

Thursday, October 14, 2010

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park : Between Culture, Tradition, Religion, And Technology


Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang ada di Indonesia. Alam, budaya, tradisi, dan adat istiadat masyarakat Bali telah menarik begitu banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Banyak tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi. Tanah Lot, Pantai Kuta, Kawasan Wisata Sanur, sampai pedesaan asli Bali merupakan magnet yang dapat mengundang kekaguman dari wisatawan. Kini, Bali siap untuk menambah kawasan wisata yang dapat dijadikan pilihan untuk dikunjungi. Garuda Wisnu Kencana Cultural Park merupakan kawasan wisata yang siap dibangun untuk menambah objek wisata yang ada di Bali. Garuda Wisnu Kencana Cultural Park merupakan sebuah kawasan wisata dengan konsep seni dan budaya. Kawasan wisata ini rencananya akan dibangun di Bukit Ungasan, Jimbaran, Bali yang juga merupakan kawasan Universitas Udayana. Sentral dari konsep kawasan wisata ini, yaitu patung Dewa Wisnu yang dalam mitologi Agama Hindu merupakan dewa pemelihara alam semesta yang menunggangi kendaraan atau wahana Beliau yang berupa Burung Garuda. Patung ini merupakan salah satu karya dari pematung terkenal Bali, yaitu I Nyoman Nuarta. Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton dan lebar 60 meter. Tinggi patung Garuda Wisnu Kencana ini rencananya akan dibangun setinggi 146 meter. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia dan mengalahkan Patung Liberty. Garuda Wisnu Kencana Cultural Park berada pada ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.









Garuda Wisnu Kencana Cultural Park tidak hanya akan menjadi tempat wisata saja, tetapi dapat juga dipergunakan sebagai tempat pementasan seni dan budaya Bali. Banyak kegiatan kesenian dan konser musik yang diselenggarakan di kawasan wisata ini. Satu hal yang menarik dari Garuda Wisnu Kencana Cultural Park adalah kawasan wisata ini merupakan perpaduan dari budaya, tradisi, adat-istiadat, dan teknologi yang bergabung menjadi satu membentuk satu kesatuan. Garuda Wisnu Kencana merupakan sebuah konsep kepercayaan Agama Hindu yang meyakini bahwa Dewa Wisnu merupakan Dewa yang bertugas untuk memelihara keseimbangan alam semesta dan isinya. Konsep inilah yang akan diwujudkan dalam bentuk sebuah konstruksi patung yang menggunakan teknologi masa kini. Lokasi tempat dibangunnya patung ini yang merupakan daerah dengan sebagian besar tanahnya berupa tanah keras memudahkan konstruksi patung ini untuk dibangun. Sampai saat ini, bagian-bagian dari patung Garuda Wisnu Kencana masih berada di Bukti Ungasan, Jimbaran dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat umum.





Keberadaan kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat Bali, khususnya untuk masyarakat yang berada di sekita kawasan wisata ini. Kehadiran wisatawan tentu saja merupakan peluang usaha yang harus dimanfaatkan. Penjualan pernak-pernik, kerajinan khas Bali, dan segala bentuk pertunjukan kesenian merupakan bukti bahwa masyarakat Bali masih konsisten untuk melestarikan seni dan budaya Bali yang telah diwariskan oleh leluhur masyarakat Bali itu sendiri. Garuda Wisnu Kencana Cultural Park akan menjadi satu-satunya tempat dimana budaya, tradisi, dan adat-istiadat yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu dapat menyatu dengan teknologi global yang berkembang saat ini.







Friday, October 1, 2010

Three Gorges Dam : Biggest Dam In World


Cina semakin membuktikan pada dunia bahwa perkembangan teknologi khususnya di bidang infrastruktur berkembang dengan cepat di negara tersebut. Hal ini dibuktikan ketika Cina berhasil membangun salah satu karya monumental dalam bidang Teknik Sipil, yaitu bendungan terbesar di dunia. The Three Gorges Dam itulah nama bendungan yang diklaim sebagai bendungan terbesar yang pernah dibangun oleh umat manusia. Bendungan Three Gorges Dam ini merupakan jenis bendungan hidroelektrik yang dibangun di kawasan Sungai Yangtze. Secara spesifik, bendungan Three Gorges Dam terdapat di District Yiling, Yichang, Provinsi Hubei, China.





Konstruksi pembangunan bendungan ini dimulai pada 14 Desember 1994. Pembangunan bendungan ini, khususnya untuk pembangunan badan bendung selesai pada tahun 2006. Secara keseluruhan, pembangunan bendungan ini selesai pada 30 Oktober 2008. Bendungan Three Gorges Dam ini dilengkapi dengan 26 turbin pembangkit listrik atau generator listrik dengan kapasitas masing-masing 700 MW. Listrik yang dihasilkan oleh bendungan ini sebagian besar merupakan produk komersial. Pembangunan bendungan ini sebelumnya merupakan proyek yang kontroversial. Banyak pihak yang mempertanyakan mengenai keseimbangan ekologis yang diakibatkan bila bendungan ini dibangun. Sebabnya, karena untuk pembangunan bendungan ini, 3 desa harus ditenggelamkan dan banyak masyarakat yang harus dipindahkan akibat konsekuensi logis dari pembangunan bendungan ini.
Bendungan Three Gorges Dam ini memiliki dimensi panjang 2.335 m (7.661 ft) dan dimensi tinggi 185 m (607 ft). Bendungan ini merupakan jenis gravity dam. Kapasitas yang mampu ditampung oleh bendungan ini sebesar 39,3 km3, daerah tangkapan (catchment area) sebesar 1.000.000 km2, dan surface area 1.045 km2. Mengingat daya tampung yang sedemikian besar ini, tidak heran kalau bendungan ini mampu menghasilkan daya listrik yang sangat besar. Kapasitas terinstalasi yang dimiliki oleh bendungan ini sebesar 18.200 MW dan annual generation sebesar 80.000 GWh. Material yang dipergunakan untuk pembangunan bendungan ini membutuhkan 200.000 m3 beton, 463.000 ton baja (jumlah baja sebanyak ini mampu membangun setidaknya 63 menara setara dengan Menara Eiffel), dan 102.600.000 m3 tanah. Pembangunan bendungan ini, khususnya untuk pembangunan dinding bendungan membutuhkan beton dengan dimensi panjang 29 meter (95 ft) dan dimensi tinggi 185 meter (607 ft). Tebal dinding bendungan pada bagian bawah setebal 1 meter (3,3 ft) dan tebal pada bagian atas setebal 40 meter (131,2 ft).





Selain menghasilkan listrik yang sedemikian besar, bendungan Three Gorges Dam ini juga berfungsi untuk irigasi bagi daerah pertanian yang berada di sekitar daerah tangkapan (catchment area) bendungan tersebut. Pemerintah Cina sadar bahwa untuk membangun bendungan ini sebagian besar lingkungan telah mengalami perubahan. Untuk itu, saat ini dan kedepannya, Pemerintah Cina berusaha semaksimal mungkin mengembalikan keseimbangan ekologis yang telah rusak tersebut. Membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan lingkungan seperti sediakala. Tapi, setidaknya ada upaya yang dilakukan Pemerintah Cina untuk merehabilitasi kembali lingkungan rusak yang berada di sekitar wilayah pembangunan bendungan ini.



Pembangunan apapun, terlebih lagi pembangunan di darat dan sumber-sumber air, sebaiknya memperhatikan juga dampak lingkungan yang akan diakibatkan bila pembangunan tersebut berjalan. Kerusakan lingkungan masih bisa ditolerir bila berada dalam batas yang sewajarnya. Pembangunan infrastruktur tidak mesti harus merusak alam, asal kita mampu menerapkan metode dan cara pembangunan yang sesuai dengan aturan. Akan sangat indah bila suatu saat nanti pembangunan infrastruktur, khususnya di Indonesia, berjalan selaras dan turut juga untuk membantu pengembangan lingkungan hidup di Indonesia.